Pemuda Dorong Peran Desa dalam Pembangunan Berkelanjutan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Pemuda Dorong Peran Desa dalam Pembangunan Berkelanjutan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Akses informasi dan ruang partisipasi menjadi faktor penting yang menentukan keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa. Hal ini menjadi sorotan dalam pembahasan mengenai peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan yang dilansir dari Suara Landak.

Anggapan bahwa anak muda tidak tertarik tinggal dan berkarya di desa dinilai perlu dikaji kembali. Hambatan utama disebut bukan hanya soal minat, tetapi juga terbatasnya peluang untuk menerapkan pengetahuan dan mengambil peran nyata.

Direktur Eksekutif Teens Go Green, Bambang Sutrisno, menyampaikan pandangan itu dalam diskusi Inception Workshop peluncuran Fase Operasional Kedelapan (2025–2029) GEF Small Grants Programme (SGP).

Beberapa faktor yang mempengaruhi keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa antara lain:

  • Akses terhadap informasi pembangunan dan kebijakan desa
  • Ketersediaan ruang untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan
  • Peluang menerapkan pengetahuan dan keterampilan di desa
  • Dukungan dari pemerintah desa dan komunitas

Dalam workshop tersebut, para peserta mendiskusikan strategi untuk meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan berkelanjutan. Salah satu poin penting adalah perlunya desa menyediakan wadah bagi pemuda untuk berkontribusi secara nyata.

Bambang Sutrisno menekankan bahwa pemuda bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang mampu menggerakkan perubahan. Oleh karena itu, desa perlu membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat aktif.

Diskusi ini juga menjadi bagian dari persiapan peluncuran fase kedelapan GEF SGP yang akan berlangsung pada 2025–2029. Program tersebut diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemuda, desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Dengan demikian, peran desa dalam pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari partisipasi pemuda. Akses informasi dan ruang partisipasi menjadi kunci agar generasi muda dapat berkontribusi secara optimal.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda