Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terendah dalam rapor kinerja menteri versi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) pada evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Hasil penilaian tersebut diperoleh melalui survei terhadap 994 responden yang kemudian diolah menjadi skor kinerja.
Bahlil, yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, memperoleh skor minus 159. Angka itu menjadi yang paling rendah dibandingkan pejabat lain dalam pemeringkatan yang disusun CELIOS.
Dalam evaluasi sektoral, CELIOS memberikan nilai 3 dari 10 terhadap kinerja Bahlil. Laporan tersebut menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari ketergantungan pada energi fosil, kebijakan biodiesel B50, hingga minimnya partisipasi masyarakat dalam proyek-proyek energi.
Rincian Penilaian
| Aspek Penilaian | Hasil |
|---|---|
| Skor kinerja keseluruhan | Minus 159 |
| Nilai evaluasi sektoral | 3 dari 10 |
| Jumlah responden survei | 994 orang |
Beberapa catatan yang menjadi sorotan CELIOS dalam evaluasi sektor energi antara lain:
- Ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil
- Kebijakan biodiesel B50 yang dinilai belum optimal
- Partisipasi masyarakat yang minim dalam proyek energi
Hasil rapor ini menjadi perhatian publik di tengah agenda transisi energi yang terus digaungkan pemerintah. CELIOS menilai diperlukan perbaikan kebijakan agar sektor energi tidak hanya berpihak pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat.
Penulis: Rusdianto
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






