Al-Hilal Tekuk Al-Ittihad 3-2 di El Clasico Arab Saudi, Puncak Klasemen Diperkuat dan Krisis Disiplin Mewarnai Laga

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Al-Hilal Tekuk Al-Ittihad 3-2 di El Clasico Arab Saudi, Puncak Klasemen Diperkuat dan Krisis Disiplin Mewarnai Laga

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Al-Hilal sukses mengamankan kemenangan dramatis 3-2 atas Al-Ittihad dalam laga bertajuk El Clasico Arab Saudi pada pekan kedelapan Roshn Saudi League di Kingdom Arena, Riyadh. Hasil ini tidak hanya memperkuat posisi Al-Hilal di puncak klasemen, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi Al-Ittihad yang harus menelan kekalahan pertama mereka musim ini.

Jalannya Pertandingan

Al-Hilal membuka keunggulan lebih dulu melalui Gabriel Martinelli pada menit ke-11. Namun, Al-Ittihad merespons cepat ketika Youssef En-Nesyri menyamakan kedudukan di menit ke-22. Tuan rumah kembali memimpin lewat gol Ollie Watkins pada menit ke-30, sebelum Crysencio Summerville memperlebar jarak menjadi 3-1 pada menit ke-64.

Al-Ittihad sempat memberikan tekanan di akhir laga. Steven Bergwijn memperkecil ketertinggalan melalui titik penalti pada menit ke-89, memaksa laga berjalan menegangkan hingga peluit panjang. Al-Hilal akhirnya bertahan untuk meraih tiga poin penuh.

Dampak Klasemen

Kemenangan ini mengangkat Al-Hilal ke puncak klasemen dengan 21 poin, unggul empat poin atas Al-Ittihad yang turun ke posisi keempat dengan 17 poin. Menurut laporan media Saudi, Al-Riyadiyah, skor 3-2 ini tercatat sebagai yang pertama dalam sejarah pertemuan kedua tim di Saudi Pro League sejak kompetisi bergulir pada musim panas 2008.

  • Al-Hilal: 21 poin (puncak klasemen)
  • Al-Ittihad: 17 poin (posisi keempat)

Kritik dan Sorotan

Meski meraih kemenangan, performa pertahanan Al-Hilal masih menjadi catatan. Pelatih Simone Inzaghi dinilai perlu memperbaiki keseimbangan lini belakang, terutama setelah timnya kebobolan dua gol dan nyaris kehilangan poin di menit-menit akhir. Kemenangan atas rival langsung ini setidaknya memberi angin segar bagi Inzaghi yang sempat mendapat kritik belakangan ini.

Trio penyerang Al-Hilal, Martinelli, Watkins, dan Summerville, menjadi pembeda dalam laga ini. Kontribusi mereka memastikan Al-Hilal mengamankan hasil maksimal dalam pertandingan yang penuh tekanan.

Masalah Disiplin Al-Ittihad

Bagi Al-Ittihad, kekalahan ini memunculkan pertanyaan serius soal pertahanan dan disiplin. Pelatih Jens Wessing menghadapi sorotan atas ruang yang terlalu longgar di lini belakang serta kesalahan individu yang berujung pada gol-gol Al-Hilal. Hal ini juga mengingatkan pada kekalahan 3-2 dari Al-Hilal pada Mei 2024 yang pernah dijadikan pelajaran oleh Wessing.

Kontroversi berlanjut setelah peluit akhir. Sejumlah pemain Al-Ittihad mendesak wasit Khalid Al-Turais, memprotes keputusan mengakhiri pertandingan saat terjadi keterlambatan lemparan ke dalam di detik-detik terakhir. Kiper Predrag Rajkovic dilaporkan berusaha menghampiri wasit sebelum petugas keamanan menenangkan situasi.

Penghormatan untuk Al Owais

Sebelum kick-off, Mohammed Al Owais mendapat guard of honour sambil membawa trofi Gulf Cup 27. Walid Al-Farraj mengungkapkan bahwa usulan penghormatan itu datang dari Al-Hilal dan disetujui federasi. “Itu adalah usulan dari Al-Hilal untuk menghormati kapten timnas Saudi setelah menjuarai Gulf Cup, dan federasi menyetujuinya. Tidak ada keberpihakan,” ujarnya.

Al-Ittihad masih memiliki modal positif dari kemampuan mereka bangkit di laga ini. Wessing diharapkan mampu membangun kekuatan serangan sambil membenahi pertahanan yang menjadi biang kekalahan.

Kemenangan ini menjadi sinyal kuat Al-Hilal dalam perburuan gelar, sementara Al-Ittihad harus segera berbenah jika ingin tetap bersaing di papan atas. El Clasico kali ini membuktikan bahwa selisih empat poin bisa menjadi jarak yang menentukan di akhir musim.

Sumber Berita: Al-Riyadiyah, Goal, Arab News, SPA

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda