Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Pengadilan di New Delhi, India, memerintahkan pembebasan pendiri Partai Kecoak, Abhijeet Dipke, bersama dua pemimpin gerakan pemuda tersebut. Pembebasan ini dilakukan setelah mereka sebelumnya ditahan terkait rencana demonstrasi yang menuntut pengunduran diri Kepala Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar, pada 10 Oktober 2026.
Penahanan terhadap Dipke dan rekan-rekannya terjadi ketika mereka tiba di New Delhi untuk mengumpulkan massa di kawasan Jantar Mantar. Sebelum aksi berlangsung, aparat kepolisian setempat mengerahkan ribuan personel dan membatasi berbagai aktivitas di sekitar lokasi demonstrasi guna mengantisipasi kericuhan.
Kepala tim hukum Cockroach Janta Party atau Partai Kecoak, Ratna Singh, menyampaikan bahwa kliennya beserta dua pemimpin lainnya akhirnya dibebaskan berdasarkan perintah pengadilan. Pembebasan tersebut disertai sejumlah syarat, salah satunya adalah tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum selama satu tahun ke depan.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan partai dengan nama yang tidak biasa, yakni Partai Kecoak, yang selama ini dikenal vokal menyuarakan kritik terhadap penyelenggaraan pemilu di India. Aksi demonstrasi yang direncanakan di Jantar Mantar menjadi salah satu bentuk tekanan politik terhadap Kepala Komisi Pemilihan Umum India.
Berikut kronologi singkat peristiwa yang berujung pada pembebasan tersebut:
- Dipke dan dua pemimpin gerakan pemuda Partai Kecoak tiba di New Delhi untuk menggelar aksi.
- Polisi mengerahkan ribuan personel dan membatasi aktivitas di sekitar Jantar Mantar.
- Ketiganya ditahan terkait rencana demonstrasi menuntut pengunduran diri Gyanesh Kumar.
- Pengadilan di New Delhi memerintahkan pembebasan dengan syarat tidak mengganggu ketertiban umum selama satu tahun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian New Delhi maupun Komisi Pemilihan Umum India mengenai perkembangan lanjutan setelah pembebasan tersebut. Namun, keputusan pengadilan ini dinilai menjadi angin segar bagi Partai Kecoak untuk melanjutkan agenda politiknya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






