Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | PT Jala Lintas Media (JLM) resmi mengoperasikan sistem kabel bawah laut INSIGHT yang membentang sepanjang 1.123 kilometer. Infrastruktur telekomunikasi ini menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura dengan kapasitas transmisi mencapai 30 Tbps.
Kabel bawah laut INSIGHT diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas internasional bagi berbagai sektor industri digital. Operator telekomunikasi, pusat data, penyedia layanan komputasi awan, hingga penyedia jasa internet menjadi target utama pemanfaatan infrastruktur ini.
Chief Executive Officer PT Jala Lintas Media, Victor Irianto, menjelaskan bahwa kehadiran jalur baru ini sangat krusial untuk mengurangi ketergantungan pada rute kabel bawah laut yang telah beroperasi sebelumnya. Menurutnya, diversifikasi jalur menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas jaringan internasional.
“Jalur baru tersebut diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada rute kabel bawah laut yang sudah beroperasi,” ujar Victor dalam pengarahan media JLM INSIGHT Subsea Cable di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Victor menekankan bahwa gangguan akibat kabel putus dapat menghambat konektivitas internasional secara signifikan. Proses perbaikan kabel bawah laut yang rusak membutuhkan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa berlangsung hingga beberapa bulan.
Kondisi geografis perairan menjadi salah satu faktor utama lamanya proses perbaikan. Kabel bawah laut rentan terhadap berbagai ancaman, mulai dari aktivitas penangkapan ikan ilegal, jangkar kapal, hingga fenomena alam bawah laut.
Berikut rincian infrastruktur kabel bawah laut INSIGHT yang dioperasikan JLM:
- Panjang jalur: 1.123 kilometer
- Titik pendaratan: Jakarta, Batam, dan Singapura
- Kapasitas maksimal: 30 Tbps
- Segmen pengguna: operator telekomunikasi, pusat data, layanan komputasi awan, dan penyedia layanan internet
- Fungsi utama: alternatif konektivitas internasional
Dengan kapasitas hingga 30 Tbps, INSIGHT mampu menampung lonjakan trafik data yang terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di Indonesia. Kebutuhan akan bandwidth internasional diprediksi terus tumbuh, terutama dari sektor komputasi awan dan pusat data yang berkembang pesat di kawasan Batam dan Jakarta.
Kehadiran INSIGHT juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem konektivitas regional. Singapura sebagai hub digital Asia Tenggara menjadi titik strategis yang menghubungkan jaringan ini dengan rute global lainnya.
JLM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas infrastruktur digital guna mendukung kebutuhan industri dan masyarakat. Diversifikasi rute kabel bawah laut dinilai menjadi langkah mitigasi yang tepat untuk meminimalkan risiko gangguan konektivitas di masa mendatang.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






