Kylian Mbappé di Persimpangan: Malaise di Real Madrid dan Bayang-bayang Liverpool

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Kylian Mbappé di Persimpangan: Malaise di Real Madrid dan Bayang-bayang Liverpool

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Kylian Mbappé kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola. Bukan karena gol-gol spektakulernya, melainkan karena situasi rumit yang tengah ia hadapi di Real Madrid. Bintang asal Prancis itu dikabarkan mengalami ketidaknyamanan di Santiago Bernabéu, sebuah kondisi yang membuka spekulasi tentang masa depannya, termasuk kemungkinan hengkang ke Liverpool.

Ketidaknyamanan di Ruang Ganti Real Madrid

Laporan dari sejumlah media Spanyol dan Inggris menyebutkan bahwa Mbappé merasa kurang mendapatkan dukungan penuh dari klub, terutama menjelang ajang Ballon d’Or. Penyerang berusia 27 tahun itu berharap Los Blancos memberikan dukungan yang lebih jelas dalam perburuan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut. Harapan itu tampaknya tidak terpenuhi.

Yang memperkeruh situasi, rival abadi Real Madrid, FC Barcelona, justru secara terbuka menunjukkan dukungan kepada Lamine Yamal. Kontras ini membuat kekecewaan Mbappé semakin terasa. Seorang jurnalis Spanyol bahkan menyebut bahwa sang pemain “tidak merasa dicintai atau didukung” di ruang ganti Real Madrid, sebuah pernyataan yang menggambarkan betapa seriusnya persoalan ini.

Tekanan di Tengah Ekspektasi Tinggi

Sejak bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024 sebagai agen bebas setelah meninggalkan Paris Saint-Germain, Mbappé datang dengan ambisi besar. Ia ingin menjadi pemimpin proyek olahraga klub dan menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Namun, ekspektasi tinggi, persaingan ketat di dalam skuad, serta tekanan hasil membuatnya harus mencari keseimbangan baru.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah sulitnya Mbappé bermain berdampingan dengan Vinícius Júnior. Sejumlah pengamat menilai keduanya “sangat mustahil” untuk tampil efektif dalam satu tim yang sama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang bagaimana Real Madrid akan mengelola keseimbangan kolektif skuadnya.

Liverpool dan Ultimatum Kontrak

Di tengah ketidakpastian tersebut, Liverpool dikabarkan mulai bergerak. Media Spanyol melaporkan bahwa The Reds telah menghubungi Fayza Lamari, ibu sekaligus agen Mbappé, untuk membahas kemungkinan transfer pada 2027. Nilai transfer yang disebut-sebut mencapai 200 hingga 250 juta euro.

Mbappé disebut telah menyampaikan sikap tegas kepada Real Madrid terkait syarat perpanjangan kontraknya. Kontraknya saat ini berlaku hingga musim panas 2029, tetapi situasi yang tidak nyaman bisa mengubah segalanya. Liverpool sendiri bukanlah nama baru dalam cerita karier Mbappé. Ia pernah mengaku nyaris bergabung dengan klub Merseyside tersebut sebelum akhirnya memilih PSG pada 2017.

  • Mbappé mengaku ibunya adalah penggemar berat Jürgen Klopp dan menginginkan ia bergabung dengan Liverpool.
  • Liverpool disebut sebagai destinasi favorit Mbappé jika ia meninggalkan Madrid.
  • Ketidaknyamanan di ruang ganti menjadi pemicu utama spekulasi kepindahan.

Pandangan dari Dunia Sepak Bola

Legenda Italia, Fabio Cannavaro, turut memberikan komentar terkait persaingan Ballon d’Or. Pemenang Ballon d’Or 2006 itu justru menilai Khvicha Kvaratskhelia sebagai kandidat terkuat, bukan Mbappé atau Lionel Messi. Menurutnya, performa winger PSG tersebut di Liga Champions musim lalu menjadikannya pembeda di antara para pesaing.

“Di Liga Champions musim lalu, Kvaratskhelia adalah pemain yang paling berpengaruh. Jika saya harus memilih, saya tidak akan ragu,” ujar Cannavaro. Pernyataan ini semakin menambah tekanan bagi Mbappé yang tengah berjuang membuktikan dirinya layak meraih penghargaan individu pertama dalam kariernya.

Penampilan di Lapangan

Di tengah segala spekulasi, Mbappé tetap diturunkan sebagai starter saat Real Madrid menghadapi Villarreal di Santiago Bernabéu. Dalam laga tersebut, ia masuk dalam formasi 4-2-3-1 yang diterapkan José Mourinho, berdampingan dengan Jude Bellingham, Federico Valverde, dan Arda Güler di lini serang.

Pertandingan melawan Villarreal menjadi momen penting bagi Mbappé untuk menunjukkan bahwa fokusnya masih tertuju pada performa di lapangan. Real Madrid sendiri datang dengan modal kurang meyakinkan setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Atlético Madrid.

Masa Depan yang Menanti

Situasi Mbappé di Real Madrid masih jauh dari kata pasti. Ketidaknyamanan yang dirasakan tidak serta-merta berarti perpisahan total, tetapi jika klub tidak mampu memberikan dukungan yang ia harapkan, spekulasi kepindahan akan terus menguat. Liverpool menjadi tujuan yang paling mungkin, terlebih dengan hubungan emosional yang sudah terjalin sejak lama.

Bagi Mbappé, tantangan terbesarnya adalah membuktikan diri di lapangan. Performa konsisten akan menjadi jawaban atas segala keraguan. Namun, di balik itu semua, ia membutuhkan lingkungan yang mendukung, tempat di mana ia merasa dihargai dan dipercaya. Apakah Real Madrid mampu memberikan itu, atau Liverpool akan menjadi pelabuhan berikutnya, waktu yang akan menjawab.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Sumber: Foot Mercato, Goal Indonesia, Bolavip, The Liverpool Echo, Anfield Watch