Wisatawan China Penuhi Kota Kecil Saat Libur Nasional, Ruicheng Jadi Primadona Baru

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Wisatawan China Penuhi Kota Kecil Saat Libur Nasional, Ruicheng Jadi Primadona Baru

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Libur panjang Festival Pertengahan Musim Gugur dan Hari Nasional China pada Oktober 2026 telah memicu lonjakan perjalanan wisata yang signifikan. Menariknya, kali ini bukan hanya kota-kota besar seperti Beijing atau Shanghai yang menjadi tujuan utama, melainkan kota-kota kecil yang menawarkan pengalaman budaya lokal yang khas. Salah satu destinasi yang paling mencuri perhatian adalah Ruicheng, sebuah kota kecil di Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi.

Perubahan pola perjalanan ini terlihat jelas dari data yang dilaporkan oleh ANTARA. Guangzhou South Railway Station mencatat rekor luar biasa dengan melayani satu juta penumpang dalam sehari pada 1 Oktober 2026. Angka tersebut menunjukkan betapa masifnya mobilisasi masyarakat China selama periode libur nasional tersebut.

Festival Pertengahan Musim Gugur berlangsung selama tiga hari, sementara Hari Nasional berlangsung selama tujuh hari. Banyak wisatawan memanfaatkan kesempatan ini dengan menambahkan cuti tahunan untuk memperpanjang masa liburan mereka. Hal ini memberikan ruang lebih besar bagi wisatawan untuk menjelajahi destinasi yang lebih jauh dan kurang terjamah.

Wang Yinan, seorang wisatawan berusia 20-an dari Beijing, menjadi salah satu contoh nyata dari pergeseran tren ini. Ia memilih menghabiskan liburannya dengan mengunjungi Ruicheng untuk melihat kampung halaman Lyu Dongbin, salah satu dari Delapan Dewa dalam mitologi China, serta Istana Yongle yang merupakan peninggalan bersejarah dari Dinasti Yuan.

“Saya ingin merasakan suasana yang berbeda dari kota besar. Di sini, saya bisa melihat langsung warisan budaya yang masih terjaga,” ujar Wang Yinan seperti dikutip dari ANTARA.

Peningkatan minat terhadap destinasi kecil ini tidak lepas dari keinginan wisatawan untuk mencari pengalaman budaya lokal yang lebih autentik. Kota-kota kecil seperti Ruicheng menawarkan pesona sejarah yang kaya, suasana yang lebih tenang, serta interaksi yang lebih intim dengan masyarakat setempat.

Berikut adalah beberapa faktor yang mendorong wisatawan China beralih ke kota kecil selama libur nasional:

  • Keinginan untuk menghindari keramaian ekstrem di destinasi utama
  • Pencarian pengalaman budaya lokal yang lebih otentik
  • Biaya perjalanan dan akomodasi yang relatif lebih terjangkau
  • Peningkatan konektivitas transportasi ke daerah-daerah terpencil
  • Promosi pariwisata berbasis warisan budaya oleh pemerintah daerah

Fenomena ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi kota-kota kecil di China. Sektor UMKM, seperti penginapan lokal, kuliner tradisional, dan kerajinan tangan, merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan selama periode libur panjang.

Meskipun demikian, lonjakan wisatawan juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal pengelolaan sampah, kapasitas infrastruktur, dan pelestarian situs bersejarah. Pemerintah daerah dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara pengembangan pariwisata dan konservasi budaya.

Dengan semakin populernya destinasi alternatif seperti Ruicheng, para pelaku industri pariwisata di China perlu beradaptasi dengan perubahan preferensi wisatawan. Kota-kota kecil yang mampu mengemas potensi budaya dan sejarahnya dengan baik berpeluang besar menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Libur nasional Oktober 2026 ini menjadi bukti bahwa pariwisata China tidak lagi terpusat di kota-kota metropolitan. Kota kecil dengan kekayaan budaya dan sejarah justru menawarkan pengalaman yang lebih mendalam dan berkesan bagi para wisatawan yang mencari sesuatu yang berbeda.