Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Penggunaan rokok elektronik atau vape masih menjadi perdebatan di kalangan ahli kesehatan. Namun, sebuah kajian ilmiah internasional terbaru menemukan bahwa hubungan antara penggunaan vape dan diabetes belum terbukti memiliki kaitan sebab akibat. Temuan ini memberikan perspektif baru di tengah kekhawatiran publik mengenai dampak jangka panjang rokok elektronik terhadap kesehatan metabolik.
Penelitian berjudul “Association between electronic cigarette use and prediabetes, diabetes, and insulin resistance: a systematic review and meta-analysis” mengevaluasi bukti yang tersedia secara menyeluruh. Kajian tersebut meneliti kemungkinan hubungan penggunaan rokok elektronik dengan prediabetes, diabetes, serta resistensi insulin pada orang dewasa.
Metode dan Cakupan Kajian
Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Riccardo Polosa dari University of Catania, Italia, menggabungkan 10 studi observasional. Total peserta yang dianalisis dalam kumpulan penelitian tersebut mencapai lebih dari 2,8 juta orang dewasa dari Amerika Serikat, Skotlandia, dan Korea Selatan.
Melalui metode systematic review dan meta-analysis, para peneliti menggabungkan hasil berbagai studi sebelumnya untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai konsistensi temuan antar studi dengan populasi yang besar dan beragam.
Temuan Utama
Berdasarkan analisis yang dilakukan, tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa penggunaan vape menyebabkan diabetes secara langsung. Hubungan yang teramati dalam beberapa studi sebelumnya tidak serta-merta menunjukkan hubungan kausal atau sebab akibat.
- Tidak ada bukti kausal antara vape dan diabetes.
- Hubungan yang ditemukan bersifat asosiasi, bukan sebab akibat.
- Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat.
Para peneliti menekankan pentingnya membedakan antara korelasi dan kausalitas dalam menafsirkan hasil studi observasional. Faktor-faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan riwayat kesehatan keluarga juga berperan besar dalam risiko diabetes.
Implikasi bagi Kebijakan Kesehatan
Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan dalam menyusun regulasi terkait rokok elektronik. Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa vape bukanlah produk bebas risiko dan penggunaannya perlu diatur dengan hati-hati, terutama bagi kelompok yang belum pernah merokok.
Kajian ini juga mendorong perlunya penelitian jangka panjang yang lebih komprehensif untuk memahami dampak vape terhadap kesehatan metabolik secara lebih pasti. Masyarakat diimbau untuk tidak menafsirkan hasil kajian ini sebagai pembenaran untuk mengonsumsi vape tanpa pertimbangan risiko.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






