Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Los Angeles Lakers kembali menjadi sorotan utama di jagat NBA musim panas ini. Serangkaian langkah strategis di bursa transfer, lonjakan valuasi tim yang fantastis, hingga kebangkitan pemain muda mewarnai dinamika organisasi berjuluk Purp and Yellow tersebut. Dalam sepekan terakhir, Lakers resmi mengumumkan penandatanganan Rafael Castro dengan kontrak Exhibit 10, sekaligus melepas William Kyle III untuk memberi ruang bagi pemain baru.
Lakers Amankan Jasa Rafael Castro
Manajemen Lakers secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Rafael Castro dengan skema Exhibit 10, sebuah kontrak non-garansi yang memberikan kesempatan bagi pemain untuk mengikuti training camp dan memperebutkan posisi di roster reguler. Langkah ini diambil setelah Lakers melepas William Kyle III, yang sebelumnya mengisi slot serupa. Castro, yang memiliki hak G League milik Lakers, akan bersaing keras untuk menembus rotasi utama. Pada musim seniornya bersama George Washington, ia mencatatkan rata-rata impresif 15,3 poin dan 9,1 rebound per game, menunjukkan potensi sebagai big man yang produktif di kedua sisi lapangan.
Keputusan ini sejalan dengan strategi Lakers yang ingin menambah kedalaman di posisi depan. Dengan kontrak Exhibit 10, Castro bisa dikirim ke tim G League untuk pengembangan lebih lanjut, namun tetap memiliki peluang dipromosikan ke skuad utama jika performanya menonjol selama pramusim.
Valuasi Lakers Tembus Angka Fantastis
Di luar urusan lapangan, nilai franchise Lakers terus meroket. Menurut daftar terbaru Sportico untuk tim NBA paling bernilai tahun 2026, Lakers menempati posisi ketiga dengan valuasi mencapai 12,5 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp195 triliun (asumsi kurs Rp15.600). Posisi teratas ditempati Golden State Warriors dengan 14,5 miliar dolar, diikuti New York Knicks yang baru saja meraih gelar juara NBA 2026 dengan valuasi 12,8 miliar dolar. Kenaikan valuasi Lakers tidak lepas dari pendapatan tim yang solid serta kepemilikan aset lain seperti tim WNBA dan arena.
Menariknya, tiga tim tersebut menjadi satu-satunya waralaba NBA yang valuasinya menembus 11 digit. Jika penjualan saham Lakers yang sedang dalam proses persetujuan benar-benar terjadi pada angka tersebut, maka itu akan mencatat rekor baru dalam sejarah NBA. Sementara itu, Chicago Bulls dan Miami Heat mencatat kenaikan nilai tertinggi dalam setahun, masing-masing sebesar 33 persen, dan kini keduanya diproyeksikan bernilai lebih dari 8 miliar dolar.
LaRavia dan Musim Refleksi yang Membuahkan Hasil
Di sisi lain, salah satu pemain muda Lakers, Jake LaRavia, tengah menjadi perbincangan berkat musim panasnya yang produktif. Setelah musim 2025-26 yang penuh pasang surut, LaRavia melakukan refleksi mendalam dan mengubah pendekatannya. Pemain berusia 24 tahun itu mencatatkan 82 pertandingan reguler musim lalu, menjadi salah satu dari 18 pemain NBA yang tampil di seluruh laga, dengan 43 di antaranya sebagai starter. Kontrak dua tahun senilai 12 juta dolar yang ia tanda tangani pada 2025 sempat dianggap sebagai kesepakatan menguntungkan bagi Lakers, terutama pada paruh pertama musim ketika penampilannya impresif.
Namun, performanya menurun di paruh kedua, terutama akurasi tembakan tiga angkanya yang anjlok menjadi 26,2 persen dalam 23 laga terakhir. Agresivitasnya di sisi ofensif pun ikut menurun. Meski demikian, LaRavia tidak tinggal diam. Ia menjalani musim panas dengan latihan intensif dan pendekatan baru, yang kini mulai menunjukkan hasil di pramusim. Harapan besar bahwa ia bisa kembali ke performa terbaiknya dan menjadi kontributor kunci bagi Lakers musim depan.
Mamukelashvili dan Euforia Bergabung dengan Lakers
Kisah menarik juga datang dari rekrutan anyar Sandro Mamukelashvili. Pemain yang baru bergabung musim panas ini mengaku sangat gembira hingga ‘blackout’ saat mengetahui dirinya resmi menjadi bagian dari Lakers. Dalam sebuah wawancara, ia mengenang momen tersebut sambil mendengarkan lagu ‘Purp and Yellow’ milik Snoop Dogg. Mamukelashvili langsung beradaptasi dan menunjukkan performa menjanjikan di pramusim, dengan rata-rata 14 poin dan 3,7 assist per game serta akurasi tembakan 57,1 persen dari lapangan dan tiga angka.
Ia juga mengungkapkan visinya untuk bermain bersama Luka Doncic dan Austin Reaves. Menurutnya, kehadiran Doncic yang memiliki gravitasi besar akan menciptakan ruang terbuka baginya untuk menembak tiga angka atau mendorong bola. Mamukelashvili ingin menjadi konektor dalam serangan, sekaligus meningkatkan kemampuan rebound dan pertahanan agar bisa dipercaya oleh pelatih.
Kesimpulan
Langkah-langkah yang diambil Lakers musim panas ini menunjukkan ambisi besar untuk kembali bersaing di puncak NBA. Perekrutan pemain seperti Rafael Castro dan Sandro Mamukelashvili menambah kedalaman skuad, sementara kebangkitan Jake LaRavia menjadi angin segar. Ditambah dengan valuasi tim yang terus melesat, Lakers tidak hanya menjadi kekuatan di lapangan tetapi juga raksasa bisnis olahraga global. Dengan persaingan yang semakin ketat, publik menantikan apakah strategi ini akan berbuah gelar juara di akhir musim.
Sumber Berita: CBS Sports, Bleacher Report, New York Post, Lakers Nation
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






