Kecelakaan Warnai Hari Pertama MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Kecelakaan Warnai Hari Pertama MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Hari pertama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika berlangsung penuh drama. Sebanyak 20 insiden kecelakaan mewarnai sesi latihan bebas yang digelar pada Jumat, 9 Oktober tersebut.

Berdasarkan laporan MCNews yang dikutip dari Medcom, insiden tersebut tersebar di tiga kelas yang berlaga, yakni MotoGP, Moto2, dan Moto3. Kelas MotoGP mencatat jumlah kecelakaan tertinggi sepanjang hari itu.

Rincian Kecelakaan di Tiga Kelas

Dari total 20 insiden yang terjadi, distribusi kecelakaan antar kelas terbagi tidak merata. Berikut rinciannya:

  • MotoGP: 10 kecelakaan
  • Moto3: 6 kecelakaan
  • Moto2: 4 kecelakaan

Perlu dicatat bahwa angka tersebut merupakan total kecelakaan, bukan jumlah pembalap berbeda. Satu pembalap dapat mengalami jatuh lebih dari satu kali dalam satu hari, sehingga jumlah pembalap yang terlibat bisa lebih sedikit dibanding total insiden.

Fermin Aldeguer Terjatuh Tiga Kali

Salah satu pembalap yang menjadi sorotan adalah Fermin Aldeguer. Pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP itu mengalami kecelakaan berulang kali sepanjang hari pertama.

Kondisi Trek Mandalika Jadi Perhatian

Tingginya angka kecelakaan pada hari pertama tentu menjadi perhatian tersendiri bagi para tim dan pembalap. Sirkuit Mandalika dikenal memiliki karakter trek yang menantang, dengan kombinasi tikungan cepat dan area pengereman keras yang kerap menguji batas kemampuan pembalap.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti dari masing-masing insiden. Sejumlah faktor seperti kondisi aspal, suhu udara, serta tekanan kompetisi pada sesi latihan biasanya menjadi penyebab umum kecelakaan di hari pertama balapan.

Para pembalap diharapkan dapat lebih berhati-hati pada sesi-sesi berikutnya, mengingat hari pertama biasanya digunakan untuk mencari batas performa motor dan menemukan setelan terbaik sebelum sesi kualifikasi dan balapan utama.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda