Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Kawasan Industri Dipusatkan di Jejapat, Apindo Kalsel Usulkan Banjarmasin dan Batola Jadi Kota Satelit

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan mengusulkan pengembangan wilayah terpadu antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala melalui konsep kota satelit. Gagasan ini disampaikan sebagai upaya mendukung pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing investasi, serta mengurangi kepadatan aktivitas ekonomi di pusat Kota Banjarmasin.

Ketua Apindo Kalsel, H Winardo Sethiono, pada Jumat (9/10/2026), menyatakan bahwa kawasan industri diharapkan dipusatkan di wilayah Jejapat, Kabupaten Barito Kuala. Sementara itu, kawasan pinggiran Kota Banjarmasin diarahkan sebagai kawasan perumahan dan permukiman yang terencana.

Potensi Kawasan Industri Jejapat

Pengusaha ternama ini menjelaskan bahwa pembangunan kawasan industri di Jejapat, Batola memiliki sejumlah potensi, antara lain:

  • Ketersediaan lahan yang relatif lebih luas dibandingkan kawasan perkotaan.
  • Akses terhadap jaringan transportasi yang memadai.
  • Peluang pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan infrastruktur logistik.

“Kawasan industri yang terpusat akan memudahkan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar, mulai dari jalan, listrik, air bersih, hingga sistem pengelolaan limbah industri. Di sisi lain, kawasan permukiman dapat berkembang lebih tertata sehingga kualitas lingkungan perkotaan tetap terjaga,” ujarnya.

Pinggiran Banjarmasin Diarahkan sebagai Kawasan Hunian

Winardo menambahkan bahwa wilayah pinggiran Kota Banjarmasin diusulkan lebih difokuskan sebagai kawasan hunian. Pengembangan perumahan dinilai dapat mendukung kebutuhan tempat tinggal masyarakat, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di kawasan industri maupun sektor jasa.

“Pola pembangunan tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap kepadatan penduduk di pusat kota sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah penyangga,” paparnya.

Dukungan Berbagai Pihak Diperlukan

Winardo mengakui bahwa pengembangan kota satelit memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar penyusunan rencana tata ruang, penyediaan infrastruktur, serta pengembangan investasi dapat berjalan secara terpadu.

Ia menilai keberadaan kawasan industri yang terencana berpotensi membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai investasi, memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Perhatikan Aspek Lingkungan dan Keberlanjutan

Meski begitu, Winardo menekankan bahwa pengembangan kawasan industri harus tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup, keberlanjutan pembangunan, serta kepentingan masyarakat sekitar. “Setiap rencana pembangunan juga perlu melalui kajian teknis, analisis dampak lingkungan, dan mengacu pada ketentuan tata ruang yang berlaku,” imbuhnya.

Usulan konsep kota satelit ini diharapkan dapat menjadi kerangka pembangunan wilayah terpadu yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kawasan industri, permukiman, dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

Sumber Berita: Barito Post

Penulis: Muhammad Nur

Editor: Rizky Zulianda