Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Jorge Martin tampil sebagai pemimpin klasemen MotoGP 2026 menjelang GP Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pembalap Aprilia Racing itu mengoleksi 333 poin, unggul dua poin atas Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team dengan enam balapan tersisa. Namun, di balik posisi puncaknya, Martin masih menyimpan pekerjaan rumah besar terkait performa motornya.
Masalah Bagian Depan Motor Belum Tuntas
Pada sesi latihan hari pertama, Jumat (9/10/2026), Martin memang mampu bersaing di posisi tiga besar. Ia menempati urutan ketiga pada FP1 dengan catatan waktu 1 menit 30,398 detik, terpaut 0,266 detik dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang menjadi yang tercepat. Marc Marquez berada di posisi kedua dengan keunggulan tipis 0,029 detik atas Martin.
Pada sesi practice sore, Martin kembali menempati posisi ketiga dengan waktu 1 menit 29,206 detik. Kali ini ia tertinggal 0,481 detik dari Raul Fernandez dari Trackhouse Racing yang mencatatkan waktu tercepat. Hasil tersebut memastikan Martin lolos langsung ke kualifikasi kedua atau Q2.
Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu mengaku belum puas. Ia merasakan kecepatan yang cukup baik, tetapi belum mampu menggabungkan sejumlah putaran cepat secara konsisten. Sensasi pada bagian depan motor juga berubah ketika sesi sore berlangsung, setelah ia merasa lebih nyaman pada latihan pagi.
“Saya masih jauh dari kondisi yang saya inginkan dan berharap bisa menyelesaikan masalah bagian depan motor untuk Sabtu,” kata Martin seusai sesi latihan.
Adaptasi dengan Karakter Aprilia
Martin menegaskan persoalannya bukan semata-mata kondisi fisik. Ia mengaku berada dalam kondisi prima, tetapi masih beradaptasi dengan karakter motor Aprilia yang berbeda dari Ducati, motor yang digunakannya sebelum bergabung dengan pabrikan Italia tersebut.
Ia menilai Raul Fernandez dan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, berpotensi menjadi pesaing kuat di Mandalika. Martin juga mewaspadai Marc Marquez yang menunjukkan kecepatan kompetitif sepanjang sesi latihan.
Peluang meraih kemenangan, menurut Martin, tetap terbuka apabila masalah pada bagian depan motor dapat diatasi. Ia berharap timnya menemukan pengaturan yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang kualifikasi dan balapan.
Pujian dari Aleix Espargaro
Performa Martin musim ini mendapat apresiasi dari eks pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, yang kembali turun di kelas MotoGP pada seri Mandalika 2026 menggantikan pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, yang sedang menjalani pemulihan.
“Musim ini adalah persaingan gelar juara yang menakjubkan,” ujar Espargaro. “Catatan menunjukkan bahwa Marc Marquez tidak pernah kalah dalam persaingan gelar. Jadi, apa yang dilakukan Jorge adalah sesuatu yang luar biasa.”
Espargaro juga menyoroti perkembangan tim Aprilia. Menurutnya, melihat tim yang saat ia bergabung berada di posisi dasar kini bersaing menghadapi pembalap terbaik sepanjang sejarah merupakan hal yang luar biasa.
Hampir seluruh pembalap sepakat Aprilia berpotensi mendulang poin besar pada balapan akhir pekan ini. Karakter tikungan cepat lintasan Mandalika menjadi keuntungan besar bagi motor mereka. Pabrikan yang beroperasi di Scorze, Italia, itu datang dengan paket yang diyakini selaras dengan layout lintasan.
Persaingan Ketat Menuju Akhir Musim
Persaingan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika dipastikan berlangsung sengit. Seri Lombok ini menjadi momen krusial bagi para pembalap untuk mengumpulkan poin, khususnya Martin dan Marquez yang hanya berselisih tipis di klasemen.
Berikut posisi teratas klasemen sementara MotoGP 2026 menjelang GP Mandalika:
- Jorge Martin (Aprilia Racing) – 333 poin
- Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) – 331 poin
Selisih dua poin membuat hasil pada seri ini dapat memengaruhi posisi keduanya dalam klasemen sementara, seiring berlanjutnya persaingan menuju gelar juara dunia musim 2026. Pada sesi latihan Jumat, para pembalap Aprilia mendominasi tiga posisi teratas, sementara Marquez menutup hari di posisi kelima, tepat di belakang pembalap Red Bull KTM, Pedro Acosta.
Dengan performa yang ditunjukkan, GP Mandalika menjadi ujian sekaligus peluang bagi Martin untuk memperlebar jarak atau justru mempertahankan keunggulannya. Perbaikan setelan motor pada bagian depan menjadi kunci utama agar ia dapat tampil lebih kompetitif pada sesi kualifikasi dan balapan.
Jika masalah tersebut dapat diatasi, Martin memiliki modal kuat untuk menjaga posisinya di puncak klasemen. Namun, tekanan dari Marquez, Bezzecchi, Fernandez, dan Acosta dipastikan tetap menjadi ancaman sepanjang akhir pekan di Mandalika.
Sumber Berita: Republika, Bola.com, Liputan6, Metro TV, Antara
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






