Liga Inggris Memanas: Krisis Man Utd dan Tottenham, Kontrak Arteta, hingga Bayang-Bayang Sanksi Manchester City

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Liga Inggris Memanas: Krisis Man Utd dan Tottenham, Kontrak Arteta, hingga Bayang-Bayang Sanksi Manchester City

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | Liga Inggris musim 2026/2027 memasuki pekan keenam dengan dinamika yang tak biasa. Di lapangan, dua raksasa tengah terjebak krisis, sementara di luar lapangan, bayang-bayang sanksi terhadap Manchester City dan keputusan kontrak Mikel Arteta menyita perhatian publik sepak bola.

Man Utd vs Tottenham: Duel Tim yang Tengah Terpuruk

Manchester United akan menjamu Tottenham Hotspur di Stadion Old Trafford pada Sabtu (10/10/2026) pukul 23.30 WIB. Laga yang disiarkan melalui live streaming Vidio ini menjadi pertarungan dua tim yang sama-sama mencari jati diri. Manchester United yang menjalani musim penuh pertama bersama Michael Carrick masih tampil inkonsisten. Mereka baru mengumpulkan 5 poin dari lima laga dan terdampar di urutan ke-12. Tottenham jauh lebih memprihatinkan. Klub London itu belum meraih satu kemenangan pun, hanya mengoleksi 2 poin, dan menempati posisi juru kunci. Bahkan Coventry City, tim promosi, memiliki catatan lebih baik. Spurs baru mencetak 2 gol dan telah kebobolan 8 kali.

Rekor pertemuan lima laga terakhir memihak Tottenham dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang, sedangkan Manchester United hanya menang sekali, yakni pada pertemuan terakhir di Old Trafford musim lalu. Kedua kubu juga dihantui masalah kebugaran. Manchester United kehilangan Manuel Ugarte dan Matthijs de Ligt di lini pertahanan, sementara Tottenham tak bisa diperkuat Dejan Kulusevski dan Xavi Simons karena cedera.

Arteta Perpanjang Kontrak, Incar Kesuksesan Langgeng Arsenal

Di London Utara, Mikel Arteta resmi meneken kontrak baru bersama Arsenal pada Rabu (7/10/2026). Kontrak yang semula berakhir tahun depan kini diperpanjang hingga Juni 2030. Langkah ini logis mengingat kesuksesan Arteta sejak datang pada Desember 2019. Setelah menjuarai Piala FA 2019/2020 dan tiga kali runner-up Liga Inggris, ia membawa Arsenal menjuarai Premier League 2025/2026 sekaligus mengakhiri penantian 22 tahun. Arsenal juga mencapai final Piala Liga dan Liga Champions musim itu meski belum meraih trofi. Arteta menegaskan ambisinya untuk membuat kesuksesan Arsenal berkelanjutan. “Klub ini unik, dan saya merasa terhormat karena perjalanan kami bersama akan lanjut. Kami sudah membangun ikatan spesial dan menciptakan memori yang akan bertahan seumur hidup. Yang menarik, ini baru awal dari segala hal yang bisa kami raih bersama,” ujarnya.

Kontroversi Manchester City: Pelatih Liga Inggris Terbelah

Kasus dugaan pelanggaran finansial Manchester City memicu perpecahan sikap di kalangan pelatih Liga Inggris. Klub dinyatakan bersalah atas 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan sepanjang sembilan musim, termasuk penggelembungan pendapatan sponsor sekitar 830 juta pound sterling dan menyembunyikan pengeluaran tambahan sekitar 90 juta pound sterling. Manchester City membantah semua tuduhan dan telah mengajukan banding. Andoni Iraola, pelatih Liverpool, memilih hati-hati dan menekankan bahwa komite berwenanglah yang paling tahu. Xabi Alonso dari Chelsea juga menjauh dari kontroversi dengan alasan kurang informasi. David Moyes, pelatih Everton, lebih kritis. Ia mengingat sanksi pengurangan 8 poin yang diterima Everton pada musim 2023-2024 akibat pelanggaran aturan Profit and Sustainability. Moyes sulit memahami mengapa kasus lain bisa berlarut hampir 10 tahun tanpa penyelesaian. Meski demikian, ia memuji kontribusi teknis Manchester City yang dianggap mengangkat level Liga Inggris.

Ancaman Degradasi dan Masa Depan Manchester City di Liga Champions

Jika banding ditolak, Manchester City menghadapi sanksi berat, mulai dari pengurangan poin, denda, hingga kemungkinan degradasi dari Liga Inggris. Yang menjadi kekhawatiran para petinggi sepak bola Inggris adalah potensi Manchester City tetap tampil di Liga Champions musim depan jika lolos berdasarkan hasil olahraga. Komisi independen menilai Manchester City tidak akan memenuhi aturan profitabilitas dan keberlanjutan antara musim 2009-2010 dan 2017-2018 seandainya pelanggaran tidak terjadi. UEFA pun disebut mungkin turun tangan menangani situasi ini.

Kesimpulan

Liga Inggris musim ini menyajikan drama di dalam dan luar lapangan. Di lapangan, Manchester United dan Tottenham berjuang keluar dari krisis, sementara Arsenal berusaha mempertahankan kejayaan di bawah Arteta. Di luar lapangan, kasus Manchester City menjadi ujian bagi integritas kompetisi. Keputusan akhir atas banding Manchester City akan sangat menentukan arah masa depan Liga Inggris, baik dari segi kompetisi maupun kredibilitasnya di mata dunia.

Sumber Berita: Tirto.id, Goal.com, detikSport

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda