Gayatri Putri News – 10 Oktober 2026 | LIV Golf, sirkuit golf profesional yang diluncurkan pada 2022 sebagai penantang dominasi PGA Tour, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan atau bankruptcy protection di Amerika Serikat. Langkah ini menandai babak baru yang penuh ketidakpastian bagi liga yang sebelumnya dikenal dengan gelontoran dana miliaran dolar dari Arab Saudi. Sejumlah bintang besar pun mulai meninggalkan sirkuit yang kini berjuang untuk tetap bertahan.
Krisis Finansial dan Mundurnya PIF
Sejak awal kemunculannya, LIV Golf mengguncang dunia golf dengan tawaran hadiah fantastis dan merekrut nama-nama besar dari PGA Tour. Dana investasi publik Arab Saudi atau Public Investment Fund (PIF) dikabarkan telah menanamkan sekitar 5 miliar dolar AS ke dalam sirkuit ini sebelum akhirnya menarik dukungan secara mendadak pada awal tahun ini. Penarikan dukungan tersebut memicu krisis finansial yang mendalam dan memaksa LIV Golf mencari jalan keluar melalui proses reorganisasi.
Dalam pernyataan resminya, CEO LIV Golf, Scott O’Neil, menyebut proses kebangkrutan ini sebagai kesempatan untuk mencari solusi strategis. “Proses ini memberi kami struktur dan waktu untuk mencari transaksi bersejarah dan memulai bab berikutnya dari LIV Golf,” ujarnya. PIF sendiri dilaporkan akan memberikan pinjaman restrukturisasi sebesar hampir 50 juta dolar AS untuk membiayai proses kebangkrutan dan reorganisasi tersebut.
Rencana LIV Golf 2.0
LIV Golf berencana meluncurkan versi 2.0 dengan sejumlah perubahan signifikan. Format baru ini akan menghadirkan kalender yang lebih ramping, hadiah yang lebih kecil, serta turnamen yang digelar di lima benua. Meski demikian, pihak liga belum mengumumkan keputusan final mengenai jadwal 2027 maupun turnamen spesifik yang akan digelar.
O’Neil menegaskan bahwa LIV Golf tetap berkomitmen untuk kembali pada tahun depan dengan format baru yang berpusat pada penggemar, mengusung model kepemilikan inovatif yang mengutamakan pemain, dan menjadi bagian dari ekosistem golf global. Namun, sejumlah pengamat menilai rencana ini masih jauh dari kata pasti mengingat kondisi keuangan yang rapuh.
Bintang-Bintang Mulai Hengkang
Dampak dari krisis ini mulai terasa pada jajaran pemain. Jon Rahm, pemenang Masters dan US Open asal Spanyol, dilaporkan akan meninggalkan LIV Golf. Pengacara Rahm, John Beck, menyampaikan dalam sidang pengadilan kebangkrutan di New Jersey bahwa kliennya menilai syarat-syarat yang diajukan untuk LIV 2.0 tidak dapat diterima dan memutuskan untuk tidak berkompetisi pada 2027. Rahm yang bergabung pada akhir 2023 dengan nilai kontrak dilaporkan mencapai 300 juta dolar AS kini sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk mencapai kesepakatan pemisahan secara konsensual.
Sebelumnya, pengadilan telah mengizinkan Sergio Garcia untuk mengakhiri kontraknya dengan LIV Golf. Garcia, yang menjadi salah satu pemain pertama yang bergabung pada 2022, menyatakan kepuasannya atas keputusan tersebut. “Saya sedikit menjadi agen bebas. Senang dengan resolusi semuanya, sekarang kami bisa mulai melihat masa depan dengan cara yang berbeda,” kata Garcia. Meski begitu, ia belum menutup pintu untuk tetap bergabung dengan LIV 2.0 jika sirkuit itu benar-benar berjalan.
Richard Bland, pemain asal Inggris yang telah mengikuti sirkuit ini sejak hari pertama dan meraup lebih dari 20 juta dolar AS dalam hadiah, menyatakan komitmennya untuk tetap bertahan. “Saya tidak punya tempat lain untuk bermain. Saya dilarang tampil di PGA Tour Champions hingga Agustus tahun depan,” ujarnya. Bland mengaku tidak memiliki keinginan untuk kembali ke DP World Tour dan memulai dari bawah lagi.
Reaksi dan Tantangan ke Depan
Komentator LIV Golf, Arlo White, mendapat kritik dari penggemar setelah menyatakan bahwa kepergian Rahm tidak mengubah apa pun terkait prospek liga. Beberapa pengguna media sosial menyebut pernyataan White sebagai halusinasi. Sementara itu, PGA Tour menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan pemain LIV selama mereka masih terikat kontrak yang sah.
Daftar kreditor LIV Golf juga mencatat nama-nama besar seperti Dustin Johnson, Bryson DeChambeau, dan Jon Rahm, yang masing-masing memiliki klaim lebih dari 5 juta dolar AS. Situasi ini menambah kompleksitas proses restrukturisasi yang sedang berjalan.
Dengan dukungan finansial dari Arab Saudi yang telah ditarik dan sejumlah bintang utama yang memilih hengkang, masa depan LIV Golf sebagai penantang PGA Tour kini berada di ujung tanduk. Proses kebangkrutan dan rencana LIV 2.0 akan menjadi penentu apakah sirkuit ini mampu bangkit atau justru menjadi catatan sejarah singkat dalam dunia golf profesional.
Sumber Berita: Diario de Burgos, GolfMagic, WELT, FlushingIt
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






