BI Proyeksikan Penjualan Eceran September Tumbuh 1,4 Persen

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

BI Proyeksikan Penjualan Eceran September Tumbuh 1,4 Persen

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Bank Indonesia (BI) memperkirakan aktivitas penjualan eceran di Indonesia tetap tumbuh secara tahunan pada September 2026, meski menghadapi tekanan bulanan akibat penurunan penjualan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pertumbuhan tahunan tersebut diproyeksikan mencapai 1,4 persen dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 221,3.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,3 persen yang tercatat pada Agustus 2026. Peningkatan tersebut diperkirakan berasal dari sejumlah kelompok barang yang mengalami kenaikan penjualan.

Ramdan Denny Prakoso juga menjelaskan sejumlah faktor yang menopang perkiraan pertumbuhan penjualan eceran pada September 2026. Berikut rincian faktor pendukung tersebut:

  • Meningkatnya permintaan pada kelompok barang tertentu yang menopang kinerja penjualan eceran.
  • Dukungan daya beli masyarakat yang tetap terjaga di tengah tekanan bulanan.
  • Kontribusi sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan penjualan secara bulanan.

Meski secara tahunan tumbuh, penjualan eceran pada September 2026 menghadapi tekanan secara bulanan. Penurunan terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi salah satu penyumbang utama aktivitas penjualan eceran.

BI menilai perkembangan penjualan eceran ini menjadi salah satu indikator penting untuk melihat arah konsumsi rumah tangga dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tahunan yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya menunjukkan aktivitas konsumsi masih berlanjut, kendati terdapat tantangan pada beberapa kelompok barang.

Ke depan, BI akan terus mencermati dinamika penjualan eceran sebagai bagian dari asesmen terhadap perekonomian, khususnya konsumsi rumah tangga yang menjadi motor pertumbuhan. Perkembangan ini juga menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas dan mendorong permintaan domestik.