Thomas Sugiarto Oentoro Resmi Jadi Dirut Garuda Indonesia, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Thomas Sugiarto Oentoro Resmi Jadi Dirut Garuda Indonesia, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026. Keputusan ini menjadi bagian dari perombakan jajaran manajemen maskapai pelat merah tersebut untuk melanjutkan pemulihan kinerja perusahaan di tengah tantangan industri penerbangan, termasuk kenaikan biaya operasional dan kebutuhan memperkuat kondisi keuangan.

Dalam RUPSLB tersebut, Thomas dipercaya menggantikan Glenny H. Kairupan yang selanjutnya menduduki posisi Komisaris Utama menggantikan Fadjar Prasetyo. Sebelum diangkat sebagai orang nomor satu di Garuda Indonesia, Thomas merupakan Wakil Direktur Utama sejak Oktober 2025. Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen Garuda Indonesia pada periode 2023-2024.

Siapa Thomas Sugiarto Oentoro?

Thomas Sugiarto Oentoro merupakan profesional di bidang keuangan dan investasi yang meniti karier di sektor perbankan, pembiayaan perusahaan, investasi, hingga pengelolaan risiko. Pria yang akrab disapa Thomas Oentoro ini meraih gelar Bachelor of Science di bidang Finance dari NYU Stern School of Business pada 1995. Setelah menjalani karier profesional selama beberapa tahun, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Chicago Booth School of Business untuk periode studi 2010-2012.

Karier Thomas di sektor keuangan internasional dimulai di Citibank. Berdasarkan profil profesional yang dicantumkannya di laman LinkedIn, ia bekerja di bank tersebut pada September 1995 hingga Maret 2004. Di Citibank, Thomas memulai karier sebagai management associate sebelum berkembang menjadi Vice President sekaligus Senior Banker. Ia menangani pembiayaan terstruktur, termasuk pembiayaan melalui lembaga penjamin kredit ekspor dan structured trade finance.

Rekam Jejak di Dunia Investasi dan Manajemen Risiko

Sebagai profesional, Thomas sebelumnya berkecimpung di sektor investasi dan manajemen risiko. Ia pernah menjabat Chief Risk Officer Indonesia Investment Authority (INA) pada 2024-2025. Perjalanan kariernya juga mencakup posisi Vice President Mezzanine Capital Unit di OCBC dan Managing Director di KV Asia Capital.

Latar belakang investasi dan manajemen risiko tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Garuda sebagai maskapai padat modal. Pengalaman di tingkat pengawasan dan pengurusan memberinya perspektif atas proses pembenahan serta tantangan yang dihadapi perusahaan. Hal ini menjadi modal penting bagi Thomas dalam memimpin Garuda Indonesia melewati masa pemulihan bisnis.

Perombakan Jajaran Direksi dan Komisaris

RUPSLB tidak hanya mengubah posisi direktur utama, tetapi juga merombak jajaran direksi dan komisaris secara menyeluruh. Berikut susunan perubahan yang terjadi:

  • Thomas Sugiarto Oentoro ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Glenny H. Kairupan.
  • Glenny H. Kairupan bergeser menjadi Komisaris Utama menggantikan Fadjar Prasetyo.
  • Alan McIntyre didapuk menjadi Direktur Komersial. Ia berpengalaman sebagai Executive Manager Strategy di Qantas Group serta Chief Customer and Commercial Officer di Jetstar.
  • Eric Ferdinand Sofyal ditunjuk menjadi Direktur Operasi menggantikan Dani Haikal Iriawan. Ia sebelumnya menjabat posisi yang sama di Citilink.
  • Dina Sandri Fani mengisi posisi Direktur Human Capital & Corporate Service menggantikan Frans Dicky Tamara.
  • Jaan Albrecht dan Trey Urbahn ditunjuk sebagai Komisaris Independen. Jaan memiliki rekam jejak sebagai CEO Saudia Airlines, Austrian Airlines, dan Star Alliance.

Pada sisi nomenklatur dewan direksi, manajemen menghapus jabatan Wakil Direktur Utama serta Direktur Niaga. Kemudian menambah satu posisi baru berupa Direktur Komersial. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan bisnis maskapai yang terus berkembang.

Kinerja Garuda Indonesia di Tengah Pemulihan

Perubahan kepemimpinan ini berlangsung ketika Garuda Indonesia masih melanjutkan upaya pemulihan bisnis dan memperbaiki kinerja keuangan. Berdasarkan data kinerja semester I 2026, pendapatan Garuda Indonesia Group mencapai US$1,80 miliar atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode itu, rugi bersih perusahaan juga menyusut 23,2 persen menjadi US$113 juta.

Manajemen Garuda Indonesia menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat momentum perbaikan kinerja Garuda, seiring pertumbuhan pendapatan, pemulihan armada, dan penyusutan kerugian. Perseroan menyebut kesinambungan transformasi menjadi perhatian untuk memastikan pemulihan bisnis terus diikuti penguatan kondisi keuangan dan operasional perusahaan.

Harapan Baru bagi Garuda Indonesia

Penunjukan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia membawa harapan baru bagi maskapai pelat merah tersebut. Dengan latar belakang keuangan, investasi, dan manajemen risiko yang mumpuni, Thomas diharapkan mampu membawa Garuda Indonesia keluar dari tekanan kinerja dan kembali bersaing di industri penerbangan nasional maupun internasional. Kombinasi pengalaman di sektor perbankan internasional, lembaga investasi negara, serta pemahaman terhadap seluk-beluk Garuda Indonesia sebagai mantan komisaris independen dan wakil direktur utama menjadi bekal berharga dalam menjalankan amanah baru ini. Keberhasilan transformasi Garuda Indonesia ke depan akan sangat bergantung pada sinergi antara direksi baru, komisaris, dan seluruh pemangku kepentingan perusahaan.

Sumber Berita: Tirto.id, Liputan6.com, Poskota.co.id, CNN Indonesia

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda