Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | JAKARTA — Isu pergantian Panglima TNI kembali menghangat di ruang publik. Nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak disebut-sebut masuk dalam bursa calon pengganti Jenderal TNI Agus Subiyanto. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi maupun surat presiden yang diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat.
Maruli sendiri menanggapi isu tersebut dengan santai. Ia mengaku tidak ingin berbicara terlalu jauh sebelum ada kepastian resmi. “Ya kalau jadi dulu. Malu lah ngomong, masa belum jadi udah ngomong-ngomong,” ujarnya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Ia mengungkapkan bahwa kabar tersebut ramai beredar, bahkan banyak pihak menghubunginya melalui pesan WhatsApp untuk menyampaikan informasi serupa. Meski demikian, ia menegaskan belum ada pembicaraan resmi secara struktural mengenai pergantian posisi orang nomor satu di TNI itu.
DPR Belum Terima Surpres
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan parlemen belum menerima surat presiden terkait pergantian Panglima TNI. Pernyataan itu disampaikan menyusul banyaknya pertanyaan dari berbagai pihak mengenai isu tersebut.
“Beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, apakah sudah menerima surpres tentang pergantian Panglima TNI. Dan pada hari ini, saya sampaikan bahwa DPR belum menerima surpres tentang pergantian Panglima TNI,” ucap Dasco. Ia juga mengaku memperoleh informasi bahwa Panglima TNI belum akan diganti dalam waktu dekat.
Jejak Karier Maruli Simanjuntak
Nama Maruli Simanjuntak bukan nama baru di lingkungan TNI Angkatan Darat. Pria kelahiran Bandung, 27 Februari 1970, ini merupakan lulusan Akademi Militer 1992 dari kecabangan infanteri. Sepanjang kariernya, ia menempati sejumlah jabatan strategis, mulai dari satuan elite Kopassus, pengamanan presiden di Paspampres, komando kewilayahan, hingga memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Sejak dilantik menjadi KSAD pada 29 November 2023, Maruli berada di jajaran tertinggi kepemimpinan TNI Angkatan Darat. Pengalaman operasinya juga terbilang mumpuni. Ia pernah bertugas di Timor Timur, Aceh saat konflik dengan Gerakan Aceh Merdeka berlangsung, hingga terlibat dalam operasi pengamanan di Papua.
Kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto turut menjadi sorotan. Meski demikian, belum ada keputusan resmi yang menetapkannya sebagai calon pengganti Panglima TNI.
Peran Panglima TNI dalam Kepemimpinan Nasional
Posisi Panglima TNI menjadi krusial di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks. Dalam taklimat bersama sekitar 800 perwira tinggi TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026), Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesamaan visi, soliditas, serta sinergi kedua institusi dalam menghadapi ancaman siber, informasi, dan hibrida.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa arahan Presiden menjadi pedoman penting bagi TNI dalam menentukan langkah dan kebijakan ke depan. Menurutnya, arahan tersebut diperlukan untuk memperkuat kesiapan TNI menghadapi dinamika lingkungan strategis yang kian menantang.
“Di tengah dinamika lingkungan strategis dan tantangan yang makin kompleks termasuk ancaman siber, informasi, dan hibrida, arahan Bapak Presiden akan menjadi pedoman penting dalam menentukan langkah dan kebijakan, serta memperkuat kesiapan TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan,” ucap Agus.
HUT ke-81 TNI dan Penguatan Satuan Baru
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Presiden Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI yang terdiri atas satuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Presiden juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera kepada tujuh tokoh TNI atas jasa dan pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, yang hadir dalam upacara tersebut menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI. Menurutnya, HUT ke-81 TNI merupakan perjalanan panjang sebuah pengabdian dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa.
“Sebagaimana pesan Bapak Presiden Prabowo, tentara yang kuat adalah tentara yang dekat dengan rakyat. Di usia ke-81, kita berharap TNI semakin profesional, modern dan kuat, tetapi tetap menyatu dengan rakyat. Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah salah satu kekuatan utama pertahanan bangsa,” tutur Wamen Ossy.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Panglima TNI Agus Subiyanto beserta jajaran kepala staf angkatan, serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Sinergi TNI dan Olahraga di Daerah
Selain isu pergantian panglima, kegiatan yang menyandang nama Panglima TNI juga bergulir di daerah. Danrem 142/Tatag menghadiri pembukaan Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI di Mamuju, Sulawesi Barat. Kejuaraan itu dibuka langsung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar Parluhutan Sianipar dan dihadiri Gubernur Sulawesi Barat, jajaran Forkopimda, serta pengurus FORKI.
Penyelenggaraan turnamen dinilai bukan sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda, meningkatkan prestasi olahraga, serta menanamkan nilai disiplin, sportivitas, keberanian, kerja keras, dan pantang menyerah. Kehadiran Danrem 142/Tatag menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat.
Dinamika Kepemimpinan TNI ke Depan
Hingga kini, posisi Panglima TNI masih dipegang Jenderal TNI Agus Subiyanto. Isu pergantian yang mengaitkan nama KSAD Maruli Simanjuntak belum menemui titik terang lantaran belum adanya surat presiden yang diajukan ke DPR. Publik pun diimbau menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
Terlepas dari dinamika bursa jabatan, agenda penguatan TNI tetap berjalan. Modernisasi alutsista, penambahan satuan baru, serta penguatan kemanunggalan dengan rakyat menjadi prioritas utama. Tantangan ke depan yang mencakup ancaman siber, informasi, dan hibrida menuntut TNI untuk terus adaptif tanpa kehilangan jati dirinya sebagai tentara rakyat, tentara nasional, dan tentara pejuang.
Sumber Berita: Jambi-Independent, Kabar Sulbar, Headline.co.id, SabangMerauke News, VIVA.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






