Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Laga panas antara Remo vs Grêmio pada pekan ke-29 Campeonato Brasileiro Série A 2026 meninggalkan jejak kontroversi yang panjang. Bertanding di Estádio Mangueirão, Belém, Kamis (8/10/2026) pagi WIB, kedua tim harus puas berbagi poin setelah skor imbang 1-1, namun sorotan justru tertuju pada keputusan wasit yang dinilai merugikan tuan rumah.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Remo, yang saat itu masih terpuruk di peringkat 19 klasemen, tampil ngotot demi keluar dari zona degradasi. Sementara Grêmio, penghuni peringkat 17, juga tengah berjuang mengatasi krisis performa yang membuat posisi mereka tak aman.
Kontroversi Pênalti yang Memicu Kemarahan Remo
Puncak kontroversi terjadi pada menit ke-10 babak pertama. Umpan silang Yago Pikachu ke kotak penalti mengenai tangan bek Grêmio, Kannemann. Wasit tidak menunjuk titik putih, keputusan yang langsung memicu protes keras dari kubu Remo.
Sehari setelah laga, manajemen Remo mengunggah kompilasi laga-laga kontroversial di media sosial resmi klub. Mereka menyebut insiden handball Kannemann sebagai keputusan yang “skandal” dan mempertanyakan hingga kapan kesalahan wasit akan terus merugikan tim berjuluk Leão tersebut. Dalam pernyataannya, Remo bahkan menyinggung Lei Geral do Esporte (UU No. 14.597/2023) yang mengamanatkan terwujudnya fair play dalam setiap kompetisi olahraga.
Selain insiden Kannemann, Remo juga membeberkan lima momen lain sepanjang musim ini di mana mereka merasa dirugikan oleh keputusan tim wasit, baik di Campeonato Brasileiro maupun Copa do Brasil. Akumulasi kekecewaan ini menjadi pemicu utama protes terbuka klub asal Belém tersebut.
David Braga Cetak Gol Pertama, tapi Hasil Tetap Mengecewakan
Di tengah badai kontroversi, ada kisah manis dari gelandang serang Remo, David Braga. Pemain tersebut mencetak gol penyama kedudukan di babak kedua, sekaligus menandai gol pertamanya bersama Remo dan gol perdananya di kasta tertinggi sepak bola Brasil.
“Jogo difícil, né? É um confronto direto, praktiknya. Babak pertama berjalan bergantian. Kita tidak boleh kebobolan di laga terakhir. Kami sudah bicara di ruang ganti untuk menahan panas di babak kedua,” ujar David Braga usai pertandingan.
Meski mencetak sejarah pribadi, David Braga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi modal untuk meraih tiga poin penuh, bukan sekadar satu poin.
“Sayangnya kemenangan tidak datang. Kami punya kewajiban menang karena bermain di kandang, tapi saya tetap senang, senang dengan gol pertama saya di Remo dan di Série A. Terus bekerja, terus bekerja,” tambahnya.
Gol David Braga menjadi penyelamat Remo dari kekalahan setelah sempat tertinggal lebih dulu. Hasil ini membuat persaingan di papan bawah semakin ketat menjelang pekan-pekan krusial berikutnya.
Renato Portaluppi Soroti Banyak Kelemahan Grêmio
Di kubu Grêmio, pelatih Renato Portaluppi mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil imbang tersebut. Ia menyoroti gol yang tercipta di akhir laga dan menegaskan bahwa timnya masih memiliki banyak kekurangan yang harus segera dibenahi.
Renato bahkan melontarkan kritik pedas terhadap warisan kerja pelatih sebelumnya, Luís Castro, yang dinilai meninggalkan pekerjaan yang belum tuntas. Menurutnya, skuad Grêmio saat ini belum bisa dipercaya sepenuhnya karena masih terlalu sering kehilangan poin di momen-momen penting.
Kritik tersebut disampaikan Renato dalam wawancara terakhirnya, yang menyiratkan bahwa ia tengah menghadapi tugas berat untuk membenahi fondasi permainan tim sebelum pertandingan-pertandingan berikutnya. Kondisi ini jelas mengganggu tidur sang pelatih veteran, yang menyadari bahwa perbaikan harus dilakukan secepat mungkin.
Peta Persaingan Série A 2026
Hasil imbang Remo vs Grêmio turut memengaruhi dinamika klasemen Série A 2026. Flamengo masih kokoh di puncak klasemen setelah tampil konsisten sepanjang musim. Berikut posisi beberapa tim yang terlibat dalam persaingan sengit:
| Tim | Posisi | Poin | Catatan |
|---|---|---|---|
| Flamengo | 1 | Puncak | Konsisten sepanjang musim |
| Bragantino | 10 | 36 | Berambisi ke zona Sudamericana |
| Mirassol | 15 | 32 | Kejutan tim promosi |
| Corinthians | 14 | 32 | Diperkuat Hugo Souza dan Gabriel Paulista |
| Grêmio | 17 | – | Krisis performa |
| Internacional | 18 | 28 | Menang 1-0 atas Corinthians |
| Remo | 19 | – | Butuh poin keluar dari degradasi |
Sementara itu, Internacional berhasil mengamankan kemenangan 1-0 atas Corinthians berkat gol cepat Alerrandro pada menit ke-5. Laga lain antara Bragantino dan Mirassol juga berakhir imbang 0-0 di Estádio Cícero de Souza Marques.
Jadwal Krusial Menanti Remo dan Grêmio
Remo kini mengalihkan fokus ke laga tandang melawan Vasco da Gama pada Sabtu (10/10/2026) di Estádio São Januário, Rio de Janeiro. Vasco tengah dalam momentum positif dan berburu kemenangan kelima beruntun di musim 2026, sebuah pencapaian yang terakhir kali terjadi pada Februari-Maret 2023 di era pelatih Maurício Barbieri.
Di bawah asuhan Pedro Emanuel, Vasco telah mengalahkan Grêmio, Coritiba, dan Botafogo di Campeonato Brasileiro, serta Independiente Santa Fe di Conmebol Sul-Americana. Saat ini Vasco menempati peringkat 14 dengan 34 poin, sementara Remo masih terpuruk di posisi 19 dan wajib memetik poin di laga tandang untuk menjaga asa bertahan di Série A.
David Braga menegaskan bahwa timnya harus tampil habis-habisan di markas Vasco. “Kami punya laga yang sangat sulit hari Sabtu. Kami harus meraih poin dengan cara apa pun dan berusaha menunaikan kewajiban di kandang. Kami masih punya beberapa laga head-to-head dan harus meraih kemenangan untuk keluar dari situasi ini secepat mungkin,” pungkasnya.
Di sisi lain, Grêmio juga dituntut segera bangkit. Renato Portaluppi menyadari bahwa waktu terus berjalan dan setiap poin yang hilang semakin mempersempit ruang gerak timnya untuk menjauh dari ancaman degradasi. Duel Remo vs Grêmio memang telah usai, tetapi dampaknya terhadap perjalanan kedua tim di sisa musim ini baru akan terasa dalam beberapa pekan ke depan.
Sumber Berita: Diário Gaúcho, Bisnisia.id, Nicksson Melo (Belém), DOL, Diário do Rio. Penulis: Rizky Zulianda. Editor: Rizky Zulianda.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






