Satu Keluarga Satu Al-Qur’an, 2.000 Lebih Mushaf Terkumpul di Cafe Nostalgia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Satu Keluarga Satu Al-Qur'an, 2.000 Lebih Mushaf Terkumpul di Cafe Nostalgia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Gerakan dakwah sekaligus penggalangan wakaf Al-Qur’an kembali digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kali ini, Komunitas Riau Indonesia Mengaji membawa misi besar dalam safari dakwah bertema “Waqaf One Family One Qur’an” yang berlangsung di Cafe Nostalgia, Jalan Belitung Darat RT 07, pada Kamis sore (8/10/2026).

Berbeda dari kegiatan serupa, safari dakwah ini tidak hanya menghadirkan ceramah, tetapi juga membawa pulang komitmen nyata berupa lebih dari 2.000 mushaf Al-Qur’an yang diwakafkan oleh para peserta. Kajian yang menghadirkan Habib Ahmad Al Habsyi tersebut diperuntukkan bagi muslimah dan terbuka untuk umum.

Satu Keluarga Satu Al-Qur’an sebagai Gagasan Utama

Di tengah jalannya acara, satu pesan terus digelorakan, yakni satu keluarga satu Al-Qur’an. Gagasannya sederhana: jika setiap keluarga menyisihkan wakaf untuk satu mushaf, maka semakin besar peluang Al-Qur’an menjangkau masyarakat yang selama ini masih kekurangan.

Beberapa tokoh yang turut menyerahkan wakaf antara lain Istri Sekda Provinsi Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman, serta Istri Owner Cafe Nostalgia Hj. Nella Aftahuddin. Bersama peserta lainnya, jumlah Al-Qur’an yang terkumpul disebut mencapai lebih dari 2.000 mushaf.

Tujuh Tahun Safari Dakwah dan Wakaf Al-Qur’an

Komunitas yang lahir di Pekanbaru, Riau, itu mengaku telah menjalankan safari dakwah sekaligus gerakan wakaf Al-Qur’an selama tujuh tahun. Di Kalimantan Selatan saja, sedikitnya 30 titik menjadi sasaran safari, mulai dari majelis taklim, pondok pesantren, hingga lembaga pemasyarakatan.

Secara keseluruhan, komunitas ini menyebut telah menghimpun dan menyalurkan sekitar 1 juta Al-Qur’an ke berbagai daerah. Angka tersebut menjadi bukti konsistensi gerakan yang terus mengajak masyarakat untuk berkontribusi.

Kesenjangan Jumlah Al-Qur’an dan Penduduk Muslim

Di balik gerakan tersebut terselip data yang menjadi alasan mereka terus mengetuk pintu para pewakaf. Salah seorang anggota Komunitas Riau Indonesia Mengaji menyebut jumlah Al-Qur’an di Indonesia masih sekitar 52 juta, sementara penduduk Muslim Indonesia telah mencapai sekitar 230 juta jiwa.

  • Jumlah Al-Qur’an di Indonesia: sekitar 52 juta
  • Penduduk Muslim Indonesia: sekitar 230 juta jiwa
  • Mushaf terkumpul di Cafe Nostalgia: lebih dari 2.000
  • Titik safari di Kalimantan Selatan: sedikitnya 30 lokasi
  • Total Al-Qur’an dihimpun komunitas: sekitar 1 juta

Kondisi itulah yang mendorong komunitas bersama para guru dan pegiat dakwah untuk terus mencetak dan mendistribusikan mushaf ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

Pesan Dakwah: Dahulukan Orang Tua dalam Berbagi

Pesan dakwah di Cafe Nostalgia tidak berhenti pada ajakan mewakafkan Al-Qur’an. Habib Ahmad Al Habsyi juga menyentil kebiasaan sebagian orang yang bersemangat berbagi, tetapi terkadang lupa kepada orang yang paling dekat, yakni orang tua.

Dalam kajian tersebut disampaikan kisah Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal memiliki harta dan gemar bersedekah. Pertanyaan mengenai siapa yang paling utama menerima sedekah kemudian menjadi pintu masuk pesan yang sangat sederhana: orang tua harus didahulukan.

“Urutan pertama, paling utama, kasih dulu orang tuamu,” demikian inti pesan yang disampaikan.

Setelah orang tua, barulah perhatian dapat diperluas kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, hingga ibnu sabil. “Berbakti kepada orang tua bukan hanya soal uang. Ada kasih sayang, penghormatan dan perhatian yang nilainya jauh melampaui materi,” ujarnya.