Gantung Sepatu atau Comeback? David Silva hingga Messi, Drama Pensiun di Usia Emas

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Gantung Sepatu atau Comeback? David Silva hingga Messi, Drama Pensiun di Usia Emas

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Dunia sepak bola kembali dihebohkan oleh dua peristiwa besar yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, legenda Manchester City David Silva memutuskan keluar dari masa pensiun dan kembali merumput di usia 40 tahun. Di sisi lain, Lionel Messi resmi mengucapkan salam perpisahan dari Timnas Argentina, memicu gelombang penghormatan dari seluruh penjuru dunia. Kedua kisah ini menegaskan bahwa gantung sepatu bukan selalu akhir dari segalanya.

David Silva Kembali dari Pensiun

Gelandang legendaris Spanyol, David Silva, resmi mengumumkan comeback-nya ke lapangan hijau. Klub Hong Kong, Supreme Sha Tin, mengonfirmasi perekrutan pemain berusia 40 tahun tersebut pada awal pekan ini. Dalam video yang diunggah di kanal media sosial klub, Silva menyampaikan kegembiraannya bisa berpetualang ke Hong Kong.

“Aku sangat bergembira bisa berpetualang ke Hong Kong dan menikmati budaya lokal, makanan di Sha Tin, dan tentu saja, sepak bola di Hong Kong,” ujar Silva.

Silva sebelumnya menggantung sepatu pada musim panas 2023 setelah mengalami cedera robekan anterior cruciate ligament (ACL) saat menjalani latihan pramusim bersama Real Sociedad. Cedera itu memang memaksanya menepi, tetapi semangatnya untuk bermain ternyata belum padam. Nama Silva sangat lekat dengan Manchester City, klub yang ia bela selama sepuluh tahun dari 2010 hingga 2020.

Selama berseragam The Citizens, ia mencatatkan 436 penampilan dan mempersembahkan 11 trofi utama, termasuk empat gelar Premier League, dua Piala FA, dan lima Piala Liga Inggris. Manchester City bahkan mengabadikan jasanya melalui patung di luar Stadion Etihad. Bersama Timnas Spanyol, pemilik 125 caps itu meraih Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.

Supreme Sha Tin sendiri merupakan tim promosi ke kasta teratas Liga Hong Kong musim lalu. Klub tersebut kini menempati peringkat kedelapan dari 11 peserta kompetisi. Debut Silva diperkirakan terjadi saat Sha Tin menghadapi Hongkong FC pada 18 Oktober mendatang.

Messi Gantung Sepatu, Aturan FIFA Jadi Penghalang

Berbeda dengan Silva, Lionel Messi justru memutuskan pensiun dari Timnas Argentina. Pemain berusia 39 tahun itu menjalani laga perpisahan melawan Benin pada Selasa (7/10). Dalam laga tersebut, Messi tampil penuh dan mencetak satu gol plus dua assist, membawa Tim Tango menang 3-0.

Keputusan Messi meninggalkan panggung internasional memicu spekulasi mengenai nasib jersey nomor punggung 10 yang ikonik. Banyak pihak mendesak agar nomor tersebut dipensiunkan sebagai bentuk penghormatan. Namun, aturan FIFA tampaknya menjadi penghalang bagi penghormatan semacam itu.

FIFA mewajibkan tim nasional untuk menetapkan nomor punggung secara berurutan bagi setiap pemain. Sebagai contoh, tim-tim nasional harus memberikan nomor punggung 1 hingga 26 kepada para pemain mereka untuk Piala Dunia 2026. Hal ini membuat rencana pensiun nomor 10 Argentina tidak bisa direalisasikan.

Presiden federasi sepak bola Argentina, Claudio Tapia, sebelumnya sempat menyatakan pada 2024 bahwa jersey nomor 10 Argentina akan dipensiunkan saat Messi mengakhiri karier profesionalnya. Namun, harapan itu tampaknya harus pupus karena regulasi yang ada.

Meski demikian, penghormatan untuk Messi tetap mengalir deras. Luka Modric, gelandang veteran Kroasia, menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh. “Messi adalah pemain yang sangat unik. Apa lagi yang bisa saya katakan tentang dirinya? Sangat disayangkan ia harus pensiun, tetapi itu adalah keputusannya dan kita semua harus menghormatinya,” ujar Modric.

Presiden FIFA Gianni Infantino juga turut memberikan pesan. “Selamat dan terima kasih, Lionel Messi,” tulisnya di media sosial pribadinya. Messi meninggalkan Timnas Argentina dengan segudang prestasi: dua titel Copa America, satu Finalissima, dan satu gelar Piala Dunia. Ia juga memegang rekor top skor sepanjang masa timnasnya.

Dua Sisi Mata Uang Gantung Sepatu

Kisah Silva dan Messi memberikan gambaran bahwa gantung sepatu bisa bermakna berbeda bagi setiap pemain. Silva memilih kembali meski usia tak lagi muda, sementara Messi memutuskan menutup babak internasionalnya dengan cara yang elegan. Keduanya tetap menjadi legenda, baik di level klub maupun negara.

Bagi para penggemar, keputusan Silva untuk comeback tentu menjadi kabar gembira. Mereka masih bisa menyaksikan aksi gelandang kreatif itu di lapangan. Sementara bagi penggemar Messi, momen perpisahan menjadi saat yang emosional, mengenang dua dekade pengabdian sang kapten untuk La Albiceleste.

Pada akhirnya, gantung sepatu bukanlah akhir dari cerita. Silva membuktikannya dengan kembali ke lapangan, sedangkan Messi menutup karier internasionalnya dengan warisan yang tak akan terlupakan. Sepak bola akan selalu punya cara untuk menghadirkan drama dan inspirasi dari setiap keputusan para bintangnya.

Sumber Berita: Jawa Pos, Telisik.id, Bola.com, detikSport

Penulis: Rizka Perdana Putra
Editor: Edi Yulianto