Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Ketegangan protes pelajar di pinggiran Paris memuncak pada Selasa (6/10/2026) ketika Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, menghadang polisi anti huru-hara untuk melindungi siswa yang berdemonstrasi. Aksi tersebut berlangsung di tengah gelombang unjuk rasa yang telah berjalan lebih dari dua pekan dan kini meluas menjadi isu politik nasional di Prancis.
Berdasarkan laporan kantor berita Reuters yang dikutip sejumlah media nasional, aparat kepolisian kemudian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan, termasuk ke arah Bagayoko yang berada di barisan depan. Insiden itu menandai eskalasi baru dalam demonstrasi pelajar yang menuntut peningkatan anggaran sekolah negeri, perbaikan mutu pendidikan, serta kondisi belajar yang dinilai buruk.
Kronologi Bentrokan di Saint-Denis
Demo pelajar Prancis tersebut dimulai sebagai aksi damai menuntut pemenuhan hak pendidikan. Namun, ketegangan meningkat ketika massa bertahan di lokasi dan aparat keamanan berupaya membubarkan kerumunan. Wali Kota Saint-Denis memilih turun langsung ke tengah massa untuk mencegah bentrokan yang lebih besar.
Dampak dan Data Korban
Berikut sejumlah data yang dilaporkan terkait gelombang demonstrasi pelajar di Prancis:
- Lebih dari 6.000 orang ditangkap sejak protes dimulai.
- Puluhan pelajar dilaporkan mengalami luka-luka.
- Ratusan aparat kepolisian dinyatakan cedera.
- Sejumlah sekolah dibakar atau dijarah.
- Guru dan warga sipil menjadi korban serangan.
| Pihak | Dampak |
|---|---|
| Pelajar | Puluhan terluka |
| Polisi | Ratusan cedera |
| Fasilitas | Sekolah dibakar dan dijarah |
| Warga sipil | Guru dan warga menjadi korban |
Respons dan Implikasi Politik
Aksi Wali Kota Bagayoko menghadang polisi menjadi sorotan karena menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelajar. Peristiwa ini memperkuat tekanan politik terhadap pemerintah pusat Prancis, yang dinilai belum mampu meredam gelombang protes yang terus meluas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Saint-Denis dan sejumlah wilayah pinggiran Paris lainnya masih berlangsung dinamis. Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden gas air mata yang mengenai wali kota tersebut.
Penulis: Tim Redaksi Suara Landak
Editor: Redaktur Pelaksana Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






