Hong Kong vs Singapura: Perebutan Takhta Pusat Emas Asia di Tengah Lesunya Bursa Saham

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Hong Kong vs Singapura: Perebutan Takhta Pusat Emas Asia di Tengah Lesunya Bursa Saham

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Persaingan antara Hong Kong dan Singapura untuk menjadi pusat perdagangan emas terkemuka di Asia kian memanas. Kedua kota finansial itu memanfaatkan pertemuan industri tahunan London Bullion Market Association (LBMA) di Sorrento, Italia, untuk memaparkan rencana ambisius masing-masing dalam membangun hub perdagangan logam mulia. Langkah ini menegaskan betapa sengitnya perebutan bisnis baru di tengah tingginya permintaan global terhadap emas.

Acara yang dihadiri lebih dari 1.000 pedagang, investor, dan delegasi itu menjadi panggung langka bagi kedua pusat keuangan Asia untuk membeberkan cetak biru mereka. Keduanya berupaya terhubung dengan pasar bullion mapan melalui penawaran kontrak dan layanan baru, termasuk menjadi tempat penyimpanan cadangan bank sentral. Sejumlah bank lokal dan internasional pun telah menyatakan partisipasinya.

Hong Kong Andalkan Peran Super-Connector

Hong Kong telah memulai operasi uji coba sistem kliring emas pada Juli lalu, disertai tolok ukur harga baru. Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong, Christopher Hui, menegaskan posisi wilayahnya sebagai jembatan sekaligus penambah nilai bagi pasar global.

Menjelang akhir tahun, Hong Kong akan mengungkap rincian kontrak berjangka emas berbasis yuan lepas pantai. Otoritas setempat juga akan mengizinkan bank menyelesaikan transaksi fisik secara real time dan dalam berbagai mata uang. Langkah ini diyakini mampu memperkuat likuiditas dan daya tarik Hong Kong di mata investor internasional.

Singapura Fokus pada Konektivitas Likuiditas

Tidak mau kalah, Singapura menyiapkan strategi serupa dengan penekanan pada integrasi pasar. Direktur Eksekutif Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Monetary Authority of Singapore (MAS), Lim Cheng Khai, menyebut pihaknya berupaya menghubungkan berbagai kumpulan likuiditas yang berbeda.

Strategi itu mencakup perdagangan over-the-counter di London, pasar berjangka di New York, hingga produsen di Asia. Baik Hong Kong maupun Singapura juga tengah membidik bank-bank sentral, yang cadangannya dapat menyediakan likuiditas krusial melalui pinjaman kepada lembaga keuangan komersial.

Pasar Saham Asia Tertekan

Di sisi lain, sentimen pasar modal Asia justru lesu. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,1 persen, sementara CSI-300 di daratan China turun 1,4 persen. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak, laporan potensi serangan AS terhadap Iran, serta risalah rapat The Fed yang dinilai hawkish.

Bahkan kinerja gemilang Samsung tidak mampu memicu aksi beli lanjutan pada saham semikonduktor. Laba operasional raksasa elektronik Korea Selatan itu melonjak hampir sembilan kali lipat menjadi sekitar 107 triliun won (sekitar 71 miliar euro). Namun, investor justru memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan. Indeks Kospi Korea Selatan terperosok dua persen, dan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 1,4 persen ke level 69.042,11 poin.

Dinamika Sektor Properti dan Filateli

Di tengah gejolak pasar, sektor properti Hong Kong tetap menunjukkan geliat. Kerry Properties mengumumkan akuisisi lahan hunian di Ho Man Tin, Kowloon, senilai HK$4,3 miliar atau sekitar US$549 juta. Lahan seluas 55.650 kaki persegi itu akan dibangun dua menara mewah setinggi 25 lantai berisi sekitar 250 unit, lengkap dengan klub, area parkir, dan pemandangan Victoria Harbour.

Harga yang diraih mencapai HK$20.738 per kaki persegi, melonjak 66 hingga 76 persen dari estimasi CHFT Advisory and Appraisal. Ini menjadi harga tertinggi untuk lahan hunian di Kowloon sejak 2021. Kepala surveyor CHFT, Alex Leung, menyebut kelangkaan lahan mewah dan sentimen positif menjadi pemicu utama lonjakan tersebut.

Sementara itu, Hongkong Post mengumumkan penjualan produk filateli internasional mulai 15 Oktober. Produk dari China Post, Macao Post and Telecommunications, serta administrasi pos Australia, Isle of Man, Liechtenstein, Selandia Baru, dan Inggris akan tersedia di platform ShopThruPost dan sejumlah kantor pos terpilih selama persediaan masih ada.

Olahraga dan Sorotan Lainnya

Di dunia kriket, Malaysia berhasil mengalahkan Hong Kong, China, dalam pertandingan ketiga ICC Men’s T20 World Cup Asia Sub Regional Qualifier B 2026 di Selangor Turf Club, Kuala Lumpur. Ayush Shukla dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat kontribusinya yang gemilang.

Dari berbagai peristiwa tersebut, terlihat jelas bahwa Hong Kong dan Singapura terus berlomba memperkuat posisi sebagai pusat emas Asia. Keduanya menawarkan pendekatan berbeda: Hong Kong mengandalkan integrasi yuan dan sistem kliring baru, sedangkan Singapura menekankan konektivitas likuiditas lintas pasar. Persaingan ini akan menentukan lanskap perdagangan logam mulia di kawasan dalam beberapa tahun mendatang.

Sumber Berita: London Bullion Market Association, HKSAR Government Press Releases, Bisnisia.id, dpa-AFX, India Today

Penulis: Redaksi Bisnis Asia
Editor: Dewan Redaksi