Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Sir Alex Ferguson mengakui bahwa dirinya menangis setelah memberi tahu para pemain dan staf Manchester United bahwa ia akan pensiun pada akhir musim 2012/2013. Momen emosional itu terjadi di pusat latihan Carrington pada Mei 2013, setelah lebih dari 26 tahun ia memimpin klub berjuluk Setan Merah tersebut.
Kabar mengenai keputusan pensiun Ferguson sebenarnya telah bocor pada malam sebelumnya. Meski demikian, ia baru menyampaikan langsung keputusannya kepada seluruh skuad dan staf pada Rabu pagi di Carrington. Dalam buku berjudul Games of My Life, Ferguson mengisahkan bahwa emosinya benar-benar meledak setelah pertemuan tersebut berakhir.
Ia kembali ke ruang kerjanya dan menutup pintu sebelum menyadari betapa berat keputusan yang telah ia ambil. “Saya baru benar-benar merasakannya ketika kembali ke kantor dan menutup pintu. Saya hanya duduk di meja dan menangis,” tulis Ferguson dalam buku tersebut.
Pensiunnya itu menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah sepak bola Inggris. Ferguson meninggalkan Manchester United dengan segudang trofi, termasuk 13 gelar Liga Primer Inggris dan dua gelar Liga Champions.
Pengakuan ini memberikan gambaran sisi manusiawi dari seorang manajer yang dikenal tegas dan penuh disiplin. Di balik kesuksesannya, Ferguson ternyata menyimpan beban emosional yang besar ketika harus mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah membesarkan namanya.
Editor: Redaksi Suara Landak
Penulis: Redaksi Suara Landak
Sumber: Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






