Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | SPLIT — Nama Mikel Merino kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah gelandang Arsenal itu mencetak dua gol sebagai pemain pengganti untuk membawa Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan menang 2-1 atas Kroasia di Stadion Poljud, Split. Kemenangan dramatis ini tidak hanya memastikan tiket perempat final UEFA Nations League, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 43 pertandingan beruntun sejak Maret 2024.
Kroasia sempat membuka keunggulan pada menit ke-17 lewat sundulan Ivan Perisic yang bersarang di sudut bawah gawang, hanya tiga hari setelah mereka dibantai Inggris 7-0. Gol itu membuat tuan rumah memimpin 1-0 hingga turun minum. Melihat situasi yang mulai memburuk, pelatih Luis de la Fuente mengambil keputusan krusial dengan memasukkan Merino menggantikan Alex Baena saat jeda babak pertama.
Keputusan itu terbukti tepat. Merino menyamakan kedudukan pada menit ke-61 lewat tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang mengarah ke sudut bawah gawang. Kroasia kemudian harus bermain dengan sepuluh orang setelah Perisic menerima kartu kuning kedua pada menit ke-79. Unggul jumlah pemain, Spanyol akhirnya membalikkan keadaan sepuluh menit berselang melalui penyelesaian kaki kiri Merino yang memastikan kemenangan 2-1 tim tamu.
Efek Merino dan Julukan Baru di Spanyol
Penampilan gemilang itu membuat media Spanyol menjuluki Merino sebagai ‘penyelamat resmi’ tim nasional. La Voz de Galicia menulis bahwa Merino adalah pemain yang selalu diandalkan Spanyol ketika pertandingan mulai lepas kendali. Di dalam ruang ganti, rekan-rekan setimnya bahkan menyebut kontribusinya sebagai ‘Efek Merino’.
Peran Merino sebagai pemain pengganti yang menentukan bukanlah hal baru. Pola ini sudah terbentuk sejak lama bersama Tim Matador. Berikut sejumlah momen krusial Merino bersama Spanyol:
- Euro 2024 di Stuttgart: masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-119 untuk menyingkirkan Jerman di perempat final.
- Nations League: mencetak gol yang membantu Spanyol menyingkirkan Belanda di perempat final.
- Kualifikasi Piala Dunia: mencetak enam gol dalam enam pertandingan, termasuk hat-trick melawan Turki.
- Piala Dunia 2026: mencetak gol kemenangan melawan Portugal di babak 16 besar dan kembali mencetak gol melawan Belgia.
- Nations League melawan Republik Ceko: mencetak gol penentu kemenangan saat Spanyol tertekan di kedudukan 2-1.
Merino sendiri mengaku tidak mempersoalkan statusnya sebagai pemain pengganti. Ia menegaskan bahwa kontribusi gol penentunya merupakan puncak dari kerja keras tanpa henti di balik layar. ‘Mencetak gol-gol penting sangat berarti bagi saya. Itu adalah ganjaran besar untuk banyak kerja keras,’ ujarnya setelah pertandingan.
Ia juga menyoroti atmosfer berat di Split yang dihadiri 32.000 pendukung Kroasia. ‘Itu adalah pertandingan yang sangat sulit di stadion yang sangat sulit dengan atmosfer yang luar biasa. Tetapi tim ini tidak pernah menyerah, berjuang sampai akhir, dan beruntung bagi kami, kami meraih kemenangan,’ kata Merino.
Warisan Sang Ayah dan Selebrasi Banderin
Di balik ketajaman Merino, ada sosok ayah yang menjadi pilar tak terlihat dalam perkembangannya, yakni Angel Miguel Merino Torres. Mantan pemain dan pelatih itu pernah membela Osasuna selama enam musim dengan torehan 18 gol, serta memperkuat Leganes, Celta, Las Palmas, dan Burgos sebelum pensiun di Ceuta pada 2003. Kini ia menjabat sebagai direktur olahraga Federasi Sepak Bola Navarra.
Ada kisah menarik di balik selebrasi khas Merino yang berputar mengelilingi banderlin sudut setiap kali mencetak gol. Tradisi itu lahir dari sebuah janji kepada ibunya. Pada 7 Mei 1989, Osasuna menang 1-2 atas Malaga di La Rosaleda dengan dua gol Angel Miguel. Sang ibu sedang sakit, dan ia ingin mendedikasikan gol-golnya dengan gestur yang bisa dikenali ibunya, yakni berlari ke sudut lapangan dan mengelilingi banderlin.
Momen paling emosional terjadi ketika Merino mencetak gol ke gawang Jerman di Stuttgart pada Euro 2024. Tiga puluh tiga tahun sebelumnya, sang ayah juga mencetak gol ke gawang Stuttgart di kota yang sama pada ajang Piala UEFA 1991-92. ‘Seperti bintang-bintang sedang sejajar,’ ujar Angel Miguel saat itu. Ia mengaku tidak percaya pada gol anaknya sampai bola benar-benar berhenti di jaring, dan menyebut dirinya sebagai ‘ayah paling bahagia di dunia’.
Angel Miguel, yang sempat menempuh studi Filologi Hispanik di Universitas Navarra sembari bermain untuk Osasuna, tak pernah ragu mengakui bahwa anaknya lebih hebat darinya. Ia berharap Merino terus tampil gemilang, meski dengan nada bercanda mengaku ‘terus dibuat tampak buruk’ oleh pencapaian sang anak.
Peran Strategis di Arsenal dan Spanyol
Dalam beberapa waktu terakhir, Merino mengembangkan hubungan khusus dengan gol, baik di Arsenal maupun di tim nasional, terlepas dari posisinya di lini tengah. De la Fuente menemukan dalam diri Merino sosok lini kedua yang bertaraf utama. Ia bisa menjadi starter jika pertandingan dan lawan menghendaki, namun peran utamanya saat ini adalah masuk dalam rotasi dan menawarkan alternatif berbeda di lini tengah.
Kemenangan atas Kroasia membawa Spanyol memuncaki Grup A3 dengan 12 poin, sementara Inggris berada di posisi kedua dengan sembilan poin. Bagi Merino, status sebagai pemain pengganti bukanlah hal yang ideal karena semua pemain ingin menjadi starter, namun ia menerima perannya dengan profesionalisme tinggi.
Dengan rekor tak terkalahkan yang terus berlanjut dan reputasi sebagai penyelamat yang semakin mengakar, Merino telah membuktikan bahwa menit bermain tidak selalu soal jumlah, melainkan soal momen. Ketika Spanyol berada di tepi jurang, bola di kaki Merino adalah jawabannya. Warisan sang ayah, mulai dari selebrasi banderlin hingga mentalitas pantang menyerah, hidup dalam setiap gol yang ia ciptakan untuk Tim Matador.
Sumber Berita: Infobae, Telisik.id, Goal.com, Mundo Deportivo, DailyCannon.
Penulis: Marcos Montalban | Editor: Ferran Martinez
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






