Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Status gelar juara Manchester City kembali menjadi perdebatan hangat di kalangan legenda sepak bola Inggris. Dua mantan pemain yang kini aktif sebagai pengamat, Paul Scholes dan Martin Keown, memiliki pandangan berbeda terkait nasib trofi yang diraih Manchester City setelah klub tersebut dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran finansial Premier League.
Perbedaan pendapat ini muncul sebagai respons atas keputusan yang menyatakan Manchester City melanggar aturan keuangan Liga Primer. Scholes berpendapat bahwa medali juara seharusnya tetap diberikan kepada para pemain jika gelar Manchester City pada akhirnya dicabut. Sementara itu, Keown memiliki sikap yang berlawanan dan memilih musim tanpa pemenang sama sekali.
Duduk Perkara Dakwaan Manchester City
Kasus yang menjerat Manchester City berkaitan dengan tuduhan penggunaan kesepakatan sponsor yang dinilai tidak sesuai. Melalui skema tersebut, klub disebut meningkatkan pendapatan hampir 900 juta poundsterling selama sembilan tahun. Periode yang disorot dalam kasus ini mencakup rentang waktu 2009 hingga 2018.
Manchester City sendiri membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada mereka. Klub asal Manchester itu telah mengajukan banding atas keputusan yang menyatakan mereka bersalah atas 114 dakwaan pelanggaran finansial tersebut.
Pandangan Scholes dan Keown
Dalam perdebatan ini, Scholes menekankan pentingnya penghargaan bagi para pemain yang telah berjuang di lapangan. Menurutnya, jika gelar dicabut, medali juara tetap layak diberikan kepada skuad yang meraihnya. Di sisi lain, Keown menilai bahwa musim yang tercemar oleh pelanggaran sebaiknya tidak memiliki pemenang sama sekali.
Perbedaan sikap kedua legenda ini mencerminkan kompleksitas kasus yang melibatkan aspek hukum, finansial, dan sportivitas. Berikut ringkasan posisi keduanya:
- Paul Scholes: Medali juara tetap diberikan kepada pemain meski gelar dicabut.
- Martin Keown: Musim tanpa pemenang jika gelar Manchester City dicabut.
Dampak pada Premier League
Kasus ini menjadi salah satu yang paling rumit dalam sejarah Premier League. Keputusan akhir masih menunggu proses banding yang diajukan Manchester City. Apapun hasilnya, perdebatan soal keadilan dan integritas kompetisi akan terus bergulir.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






