Merino Jadi Penyelamat Spanyol: Brace Dramatis Bungkam Kroasia 2-1 di Split

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Merino Jadi Penyelamat Spanyol: Brace Dramatis Bungkam Kroasia 2-1 di Split

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | SPLIT — Mikel Merino kembali membuktikan dirinya sebagai sosok paling krusial bagi tim nasional Spanyol. Gelandang Arsenal itu tampil sebagai pengganti di babak kedua dan mencetak dua gol yang membawa juara dunia Spanyol bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Kroasia 2-1 di Stadion Poljud, Split, Selasa malam waktu setempat.

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 42 pertandingan dan memastikan tempat mereka di perempat final UEFA Nations League dengan catatan sempurna empat kemenangan dari empat laga Grup A3. Spanyol kini memuncaki klasemen dengan 12 poin, diikuti Inggris dengan sembilan poin, Kroasia tiga poin, dan Republik Ceko yang masih belum mengumpulkan angka.

Perisic Buka Harapan Kroasia

Kroasia datang ke laga ini dengan membawa luka mendalam usai dihancurkan Inggris 7-0 tiga hari sebelumnya. Pelatih Slaven Bilic menuntut para pemainnya tampil seperti “pertandingan untuk para pria”, dan permintaan itu terlihat nyata di babak pertama.

Meski Spanyol yang diperkuat Lamine Yamal, Pedri, dan Rodri lebih dominan dalam penguasaan bola, mereka kerap tampak tidak nyaman menghadapi tekanan agresif tuan rumah. Kiper Unai Simon tampil gemilang dengan penyelamatan akrobatik untuk menahan sepakan Josip Stanisic, lalu memblok upaya Igor Matanovic dari serangan balik. Namun bola muntahan jatuh ke kaki Ivan Perisic, yang tanpa kesalahan membobol gawang Spanyol pada menit ke-20.

Simon kembali melakukan penyelamatan penting dari Matanovic dan Josko Gvardiol, sementara Mikel Oyarzabal menyia-nyiakan peluang terbaik Spanyol di babak pertama dengan sundulan lemah memanfaatkan umpan Aymeric Laporte. Yamal juga melepaskan tembakan yang melebar ke sisi gawang.

Merino Mengubah Segalanya

Pelatih Luis de la Fuente menarik Alex Baena dan memasukkan Merino saat jeda. Keputusan itu terbukti menjadi titik balik pertandingan. Pada menit ke-60, Dani Olmo memanfaatkan bola liar dari sapuan Kroasia dan mengirim umpan cerdas kepada Merino, yang dengan tenang menyelesaikan peluang lewat kaki kirinya.

Perisic hampir mengembalikan keunggulan Kroasia dengan tembakan keras yang masih bisa diselamatkan Simon pada menit ke-78, setelah kesalahan Martin Zubimendi yang menggantikan Rodri. Namun satu menit kemudian, petaka datang bagi Kroasia. Perisic mendapat kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan akibat pelanggaran keras dari belakang terhadap Marc Cucurella.

Bermain dengan 10 orang, Kroasia akhirnya menyerah dua menit sebelum waktu penuh. Merino menyambut umpan indah dari Zubimendi, rekannya di Arsenal, lalu melakukan kontrol dan penyelesaian spektakuler dengan kaki kiri untuk melengkapi comeback Spanyol.

Pujian Media dan Statistik

Penampilan Merino langsung menuai pujian luar biasa dari media Spanyol. Surat kabar AS memberinya nilai 9/10 dengan menulis, “Merino, selalu Merino. Delapan gol sebagai starter dan tujuh sebagai pengganti. Di antaranya, lima gol terakhir.” ElDesmarque juga memberi nilai 9/10, sementara Okdiario menyoroti kebiasaan Merino menyelamatkan Spanyol di momen-momen krusial.

La Voz de Galicia bahkan menganugerahinya julukan “penyelamat resmi” tim nasional. “Jika ada yang tidak beres, panggil Mikel Merino. Dia akan menyelesaikannya,” tulis mereka.

  • Gol Merino sebagai starter: 8
  • Gol Merino sebagai pengganti: 7
  • Rekor tak terkalahkan Spanyol: 42 pertandingan
  • Gol krusial Merino sebelumnya: babak 119 menit vs Jerman di Euro 2024, gol vs Portugal dan Belgia di Piala Dunia

Reaksi De la Fuente

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memuji mentalitas para pemainnya. “Saya bisa menghabiskan seluruh konferensi pers untuk berterima kasih kepada para pemain saya. Kami tahu pertandingan akan berjalan seperti ini, tapi kami berhasil memahaminya dengan baik. Kami tidak menyerah,” ujarnya.

“Para pemain ini ambisius, mereka tidak pernah puas, selalu ingin lebih. Kami tidak puas hanya menjadi juara dunia, kami ingin terus berkembang setiap hari,” tambahnya.

Di laga lain Grup A3, Inggris menang 3-0 atas Republik Ceko dengan Harry Kane mencetak dua gol dan satu assist pada malam ia menyamai rekor 125 penampilan Peter Shilton.

Kesimpulan

Kemenangan dramatis atas Kroasia menegaskan dua hal penting: dominasi Spanyol yang kini tak terkalahkan dalam 42 laga, serta status Mikel Merino sebagai pemain penentu yang selalu muncul di saat timnya membutuhkan. Meski jarang menjadi starter, kontribusi Merino dari bangku cadangan telah berulang kali menyelamatkan Spanyol di momen-momen paling krusial. Bagi Kroasia, kekalahan ini memperpanjang penderitaan mereka, sementara Spanyol melaju mantap ke perempat final dengan modal kepercayaan diri yang tinggi.

Sumber Berita: Xinhua, CNA, DailyCannon, Football London, La Voz de Galicia, AS, ElDesmarque, Okdiario, Zona Mixta.

Penulis: James Lloyd | Editor: Redaksi Olahraga