BEI Hentikan Perdagangan 7 Saham pada Oktober 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

BEI Hentikan Perdagangan 7 Saham pada Oktober 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghentikan sementara perdagangan tujuh saham selama periode 5 hingga 7 Oktober 2026. Suspensi ini berlaku di pasar reguler, tunai, dan negosiasi. Keputusan tersebut diambil karena adanya kenaikan harga yang signifikan pada sejumlah emiten serta kekhawatiran terhadap kelangsungan usaha beberapa perusahaan tercatat.

Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, lima saham lebih dulu dihentikan perdagangannya hingga 6 Oktober 2026. Kelima saham tersebut adalah BLTZ, AIMS, PKPK, PTPP, dan GAMA. Dua saham lainnya, yaitu POLA dan CSMI, menyusul dihentikan perdagangannya pada 7 Oktober 2026.

Pemicu Suspensi: Lonjakan Harga Ekstrem

Penyebab utama suspensi kelima saham pada gelombang pertama adalah kenaikan harga yang tidak wajar dalam periode singkat. Berikut rincian lonjakan harga yang tercatat:

  • BLTZ (PT Graha Layar Prima Tbk.): naik 142,6% menjadi Rp4.500 per saham dalam sepekan.
  • AIMS (PT Artha Mahiya Investama Tbk.): meningkat 70,45% menjadi Rp825 per saham.
  • PKPK (PT Paragon Karya Perkasa Tbk.): naik 55,25% menjadi Rp6.800 per saham dalam sebulan.

Sementara itu, dua saham yang disuspensi pada 7 Oktober 2026, yakni POLA dan CSMI, dihentikan perdagangannya karena persoalan kelangsungan usaha. BEI menilai kedua emiten tersebut menghadapi kondisi yang berpotensi mengganggu keberlanjutan operasional perusahaan.

Dampak dan Langkah BEI

Suspensi ini bertujuan melindungi investor dari potensi kerugian akibat fluktuasi harga yang tidak terkendali serta memastikan pasar modal tetap berjalan secara wajar. BEI akan melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi masing-masing emiten sebelum memutuskan pencabutan suspensi.

Investor diimbau untuk mencermati setiap pengumuman resmi dari BEI terkait status perdagangan saham-saham tersebut. Penghentian sementara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya analisis fundamental dan manajemen risiko dalam bertransaksi di pasar modal.

Penulis: Tim Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak