Rayo Vallecano di Pusaran Kabar: Emil Audero Juara Bersama Indonesia, Ujian Berat Menanti di La Liga dan Copa del Rey

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Rayo Vallecano di Pusaran Kabar: Emil Audero Juara Bersama Indonesia, Ujian Berat Menanti di La Liga dan Copa del Rey

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Klub ibu kota Spanyol, Rayo Vallecano, tengah menjadi sorotan setelah kiper utama mereka, Emil Audero, menorehkan sejarah bersama Timnas Indonesia. Penjaga gawang kelahiran Indonesia itu menjadi pahlawan ketika Skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026), melalui kemenangan adu penalti 4-2 atas Thailand. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dahaga gelar selama 35 tahun bagi sepak bola Indonesia.

Rayo Vallecano tidak tinggal diam. Melalui akun media sosial resmi klub, Los Franjirrojos memberikan apresiasi khusus kepada kiper berusia 29 tahun tersebut. Manajemen klub menyebut Audero berperan krusial setelah melakukan penyelamatan pada tendangan penalti terakhir Thailand yang dieksekusi Nattapong Satriya, sehingga memastikan trofi perdana FIFA ASEAN Cup menjadi milik Indonesia. Ucapan selamat itu menjadi bentuk dukungan klub La Liga tersebut kepada salah satu pemain penting mereka di kompetisi domestik Spanyol.

Jalan Terjal Menuju Gelar

Laga final berlangsung dramatis. Indonesia sempat unggul 1-0 lewat gol Dean James pada menit ke-84, namun Thailand menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui Iklan Sanron. Pada babak tambahan waktu, Thailand kembali memimpin lewat gol Peeradol Chamrasee di menit ke-111, sebelum Elkan Baggott merespons lima menit kemudian untuk memaksa laga berlanjut ke adu penalti.

Audero tampil sejak menit awal, menjadi penampilan keduanya sebagai starter bersama Indonesia setelah sebelumnya dipercaya ketika menghadapi Bangladesh. Sepanjang pertandingan, ia menjalankan tugasnya dengan baik di bawah mistar, sementara Thailand relatif minim menciptakan peluang berbahaya selama 90 menit. Momen penyelamatan penalti terakhirnya langsung disambut kegembiraan, termasuk oleh keluarga besarnya yang hadir langsung di stadion, termasuk sang ayah, Edy Mulyadi.

Tantangan Berat di La Liga

Kembali ke kompetisi domestik, Rayo Vallecano sedang menjalani musim yang menuntut konsistensi. Klub yang berbasis di Estadio de Vallecas itu tercatat mengumpulkan 8 poin dari 7 pertandingan, dengan rata-rata 1,14 poin per laga. Lini serang mereka baru mencetak 11 gol, sementara gawang mereka kebobolan 16 kali, membuat selisih gol berada di angka -5. Sepanjang musim ini, Rayo belum sekali pun mencatatkan clean sheet, dan telah mengumpulkan 17 kartu kuning serta 2 kartu merah.

Di bawah mistar, Audero menjadi andalan utama. Sepanjang kariernya, kiper kelahiran Indonesia itu telah tampil dalam 24.437 menit, mencatatkan 816 penyelamatan, 67 clean sheet, dan rasio penyelamatan 67,3 persen. Musim ini, ia mencatat 23 penyelamatan dengan persentase 59,0 persen, meski harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 2,29 kali per 90 menit.

Sementara itu, Athletic Club yang berjuluk The Lions akan menjadi lawan berikutnya di Estadio de Vallecas. Klub Basque itu datang dengan catatan lebih baik: 8 poin, rata-rata 1,3 poin per laga, dan hanya kebobolan 6 gol dengan 3 clean sheet. Kiper Unai Simon memiliki rasio penyelamatan 73,9 persen sepanjang musim ini dan rata-rata kebobolan 1,10 gol per 90 menit sepanjang kariernya. Pertemuan kedua tim diprediksi berjalan ketat, dengan Athletic sedikit diunggulkan.

Ujian Copa del Rey

Rayo Vallecano juga telah mengetahui lawan mereka di putaran pertama Copa del Rey 2026/2027. Klub akan bertandang ke Estadio Nuevo Colombino untuk menghadapi Recreativo de Huelva pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 20.00 waktu setempat. Laga ini menjadi kesempatan bagi Recreativo untuk menghadirkan kejutan melawan tim Primera Division.

Direktur olahraga Recreativo, Luci, mengaku antusias dengan undian tersebut. Ia menegaskan bahwa target utama tim tetap promosi, namun tetap bertekad memberikan perlawanan terbaik. Pelatih Jesús Galván menilai Rayo sebagai tim historis yang sangat dekat dengan rakyat, dan berharap pertandingan berjalan menarik. Ia juga menyebut bahwa Rayo tidak memiliki kedalaman skuad sebesar tim-tim besar lainnya, sehingga bisa menjadi celah bagi tim tuan rumah untuk memanfaatkan ruang yang terbuka.

Duel di Nuevo Colombino juga menjadi momen emosional bagi Recreativo, yang berharap kehadiran penuh suporter pada laga yang bertepatan dengan momen libur panjang Halloween. Meski bukan lawan sebesar Sevilla atau Betis, kehadiran tim Primera Division tetap dianggap sebagai magnet tersendiri bagi publik Huelva.

Kesimpulan

Rayo Vallecano kini berada di persimpangan dua agenda penting: menjaga performa di La Liga dan menghadapi kejutan di Copa del Rey. Di tengah itu semua, nama Emil Audero bersinar setelah membawa Indonesia menorehkan sejarah. Performa dan mentalitas kiper tersebut akan menjadi salah satu kunci bagi Los Franjirrojos untuk melewati rangkaian jadwal padat, sekaligus membuktikan bahwa klub kecil dari Madrid ini tetap kompetitif di panggung Spanyol maupun internasional.

Penulis: Redaksi Sepak Bola
Editor: Redaksi Olahraga

Sumber Berita: Rayo Vallecano Official, JawaPos.com, Foot Mercato, Albiazules.es, dan sumber prediksi pertandingan.