Messi Pamit di Monumental: Argentina vs Benin Jadi Malam yang Tak Ingin Berakhir

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Messi Pamit di Monumental: Argentina vs Benin Jadi Malam yang Tak Ingin Berakhir

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Buenos Aires — Malam yang tak seorang pun ingin berakhir akhirnya tiba. Lionel Messi resmi menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina dalam laga uji coba melawan Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires, Selasa waktu setempat. Laga bertajuk “The Night That No One Wants to End” itu menjadi penutup karier internasional sang kapten, yang telah mengukir sejarah sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak Argentina.

Sejak awal, suasana emosional menyelimuti stadion. Messi terlihat menahan air mata saat menyanyikan lagu kebangsaan Argentina, berdiri di antara ketiga putranya yang ikut mendampinginya. Sebuah jersey raksasa bertuliskan “Gracias” dengan nomor punggung 10 ikoniknya terbentang di tengah lapangan sebagai penghormatan. Laga sempat dimulai terlambat karena prosesi lagu kebangsaan yang berlangsung khidmat, dipimpin penyanyi Fabio Santana.

Perjalanan Panjang Sang Kapten

Kiprah Messi bersama Albiceleste dimulai pada Agustus 2005 melawan Hungaria. Dari seorang remaja berbakat, ia menjelma menjadi salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa. Perjalanannya tidak mulus: ia sempat merasakan pahitnya kekalahan di final Piala Dunia dan Copa America, bahkan sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 2016 setelah kalah dari Chile di final Copa America. Namun ia kembali dan akhirnya mempersembahkan trofi yang selama ini dinanti.

  • Juara Piala Dunia 2022 di Qatar
  • Juara Copa America 2021 dan 2024
  • Juara Finalissima 2022
  • Delapan gelar Ballon d’Or

Dalam laga perpisahan ini, Messi masuk sebagai starter dan memimpin Argentina sejak menit awal. Ia sempat mengambil sepak pojok pendek kepada Julian Alvarez guna membangun serangan dari sisi kiri, meski peluang tersebut belum membuahkan hasil. Seperti biasa, Argentina mendominasi penguasaan bola, dengan sorotan utama tertuju pada setiap sentuhan sang nomor 10.

Benin dan Kehormatan Menjadi Bagian Sejarah

Bagi Benin, kesempatan ini terasa istimewa. Negara berperingkat 93 dunia itu belum pernah merasakan panggung Piala Dunia, namun kini menjadi bagian dari momen bersejarah perpisahan Messi. Asisten pelatih Benin, Tunde Adelakun, mengaku terkejut dan merasa terhormat menerima tawaran uji coba tersebut, meski timnya tengah bersiap menghadapi dua laga penting kualifikasi Piala Afrika.

Adelakun mengenang momen saat menyaksikan langsung kehebatan Messi pada final Piala Dunia U-20. Ia menyebut Afrika telah menjadi bagian penting dalam karier luar biasa Messi. Karena itu, ia meminta seluruh pemain Benin tampil maksimal agar laga perpisahan ini menjadi kenangan yang layak, sekaligus memberi kesempatan Messi menunjukkan magis terakhirnya di hadapan publik Argentina.

Sebelum kick-off, kapten Benin Sessi D’Almeida menyerahkan patung khusus prajurit Amazon kepada Messi beserta sebuah surat, sembari menjelaskan makna patung tersebut dalam bahasa Spanyol. Gestur itu menambah hangat suasana malam perpisahan.

Penghormatan dari Para Legenda

Sejumlah tokoh sepak bola dunia turut menyampaikan penghormatan. Neymar menulis surat emosional untuk mantan rekan setimnya di Barcelona, mengucapkan terima kasih atas inspirasi bagi jutaan orang. Ronaldinho juga mengirim pesan menyentuh, mengenang perjalanan mereka, mimpi Piala Dunia bersama, serta warisan Messi bagi tim nasional Argentina.

Messi berbagi momen ini bersama rekan-rekan lama seperti Rodrigo De Paul dan Giovani Lo Celso. Beberapa anggota skuad juara Piala Dunia 2022 yang telah pensiun dari tim nasional juga diperkirakan hadir untuk memberi penghormatan terakhir.

Warisan yang Abadi

Laga ini lebih dari sekadar uji coba. Bagi Argentina, ini adalah perpisahan dengan sosok yang mengembalikan tim ke puncak sepak bola dunia. Bagi Benin, ini adalah panggung langka untuk berhadapan dengan ikon global. Dan bagi dunia, ini adalah penutup babak akhir perjalanan seorang legenda yang telah mengubah wajah sepak bola Argentina.

Ketika peluit akhir nanti berbunyi, Monumental akan menjadi saksi bahwa malam yang tak ingin berakhir itu akhirnya harus usai. Messi pergi sebagai kapten yang telah menuntaskan misinya, meninggalkan warisan yang akan dikenang lintas generasi.

Penulis: Satria Permana
Editor: Redaksi Olahraga

Sumber Berita: Sportstar, IDN Times, Times of India