Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | EINDHOVEN — Tim nasional Belanda berhasil merebut puncak klasemen Grup A2 UEFA Nations League 2026/2027 setelah menaklukkan Serbia dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Philips Stadion, Eindhoven, Minggu malam waktu setempat. Kemenangan ini tidak hanya membawa Oranje ke posisi teratas, tetapi juga menghadirkan sejumlah momen istimewa yang menyita perhatian publik sepak bola Eropa.
Jalannya Pertandingan: Drama Dua Babak yang Menegangkan
Belanda membuka keunggulan pada menit ke-31 melalui tendangan bebas Teun Koopmeiners. Bola hasil eksekusi gelandang tersebut meluncur melewati seluruh pemain di dalam kotak penalti sebelum bersarang di sudut gawang Serbia, membuat kiper lawan tidak berkutik.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Hanya empat menit berselang, Serbia merespons melalui aksi Aleksa Terzic yang mengirim umpan silang ke area pertahanan Belanda. Mihajlo Cvetkovic berhasil memenangkan duel udara dengan Koopmeiners dan mengarahkan bola ke gawang. Gol tersebut tercatat sebagai gol internasional pertama bagi Cvetkovic, sekaligus menandai bahwa Serbia bukan lawan yang bisa diremehkan.
Kedua tim kemudian bermain terbuka dan saling mencari gol penentu. Belanda akhirnya menemukan momentum pada menit ke-72. Denzel Dumfries mengirim umpan rendah ke depan gawang, yang kemudian diteruskan Tijjani Reijnders ke arah tiang jauh. Joshua Zirkzee yang berada di posisi tepat dengan sigap menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol kemenangan.
Menariknya, Zirkzee baru mendapat panggilan ke skuad senior Belanda pada pekan sebelumnya. Kehadirannya langsung memberikan kontribusi krusial dengan mencetak gol penentu kemenangan. Sementara itu, Tijjani Reijnders — kakak kandung winger Persib Bandung, Eliano Reijnders — kembali menunjukkan kelasnya dengan mencatatkan assist penting dalam laga tersebut.
Van Dijk Cetak Penampilan ke-100 Bersama Oranje
Pertandingan melawan Serbia menjadi momen bersejarah bagi kapten Belanda, Virgil van Dijk. Bek tangguh tersebut mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional saat memimpin skuad menghadapi Serbia. Pencapaian ini menegaskan posisi Van Dijk sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam generasi emas sepak bola Belanda saat ini.
Pujian Media Serbia untuk Dusan Tadic
Di kubu Serbia, sorotan utama tertuju kepada kapten tim, Dusan Tadic. Media-media Serbia memberikan pujian tinggi kepada penyerang NEC tersebut, yang mendapat kesempatan tampil di starting XI dan mengenakan ban kapten. Mantan pemain FC Twente dan Ajax itu sempat tidak bersedia membela Serbia selama dua tahun karena bermain di Timur Tengah dan enggan terbang jauh ke Eropa setiap ada pertandingan. Kini setelah kembali bermain untuk NEC, ia menyatakan kesediaannya kembali memperkuat tim nasional.
Mozzart Sport menyoroti dua momen penting dari permainan Tadic, termasuk umpan luar biasa kepada Pavlovic yang tidak berhasil dikonversi menjadi gol, serta andilnya dalam proses gol penyama kedudukan. Media tersebut menulis bahwa hanya sedikit pemain di Eropa yang memiliki kemampuan seperti Tadic, dan seluruh kreativitas dalam tim Serbia berasal darinya.
Sportinjo Informer juga memuji pemain berusia 37 tahun itu, tetapi sekaligus menyoroti masalah besar. Ketika Tadic kelelahan pada menit ke-66 dan meninggalkan lapangan, Serbia menjadi tak berdaya, dan tak lama kemudian gol penentu 2-1 tercipta. Sportklub menyoroti hal serupa, menyatakan bahwa saat Tadic masih berada di atas lapangan, Serbia tampil sebagai lawan serius yang siap mencetak gol, namun setelah itu sama sekali tidak lagi.
Pendekatan Taktis Xavi Hernandez
Pelatih tim nasional Belanda, Xavi Hernandez, mengaku puas dengan empat pertandingan pertamanya bersama Oranje. Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan masih banyak aspek yang harus dibenahi, terutama dalam membangun skuad yang mampu berjuang satu sama lain layaknya sebuah keluarga.
Dalam pertandingan melawan Serbia, Xavi mengakui timnya tidak mampu menjalankan permainan penguasaan bola seperti yang direncanakan. Ia kemudian mengubah formasi, dan keputusan tersebut memberikan dampak positif. Rangkaian empat pertandingan pertama Xavi menunjukkan pendekatan yang fleksibel, dimulai dengan hasil imbang melawan Jerman, kemenangan atas Serbia, dan imbang 2-2 melawan Yunani di laga tandang.
Klasemen Grup A2 Terkini
| Posisi | Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Belanda | 8 | +2 |
| 2 | Yunani | 8 | +2 |
| 3 | Jerman | 5 | – |
| 4 | Serbia | 0 | – |
Kemenangan ini membuat Belanda mengoleksi 8 poin, sama dengan Yunani, namun Oranje berada di posisi teratas karena unggul selisih gol. Keduanya sama-sama belum terkalahkan setelah menjalani empat pertandingan. Jerman berada di posisi ketiga dengan 5 poin, sedangkan Serbia belum mengumpulkan poin setelah mengalami empat kekalahan.
Persaingan Menuju Perempat Final
Dengan tambahan tiga poin, Belanda memperbesar peluang mereka melaju ke perempat final yang akan digelar Maret mendatang. Namun, posisi puncak belum sepenuhnya aman karena Yunani memiliki jumlah poin yang sama dan hanya tertinggal dalam selisih gol setelah bermain imbang 0-0 dengan Jerman di Thessaloniki. Persaingan di Grup A2 dipastikan semakin terbuka dan menarik untuk diikuti hingga pertandingan terakhir.
Kemenangan atas Serbia menjadi bukti bahwa Belanda di bawah asuhan Xavi Hernandez terus berkembang, meski masih harus menghadapi tantangan dalam konsistensi permainan. Sementara bagi Serbia, ketergantungan pada sosok Dusan Tadic menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi jika ingin bangkit di sisa pertandingan Grup A2.
Sumber Berita: RRI.co.id, WartaGarut.com, Goal.com, Viva.co.id, dan laporan langsung dari Philips Stadion, Eindhoven.
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Redaksi Sepak Bola
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






