Gayatri Putri News – 06 Oktober 2026 | Jerman kembali gagal meraih kemenangan di bawah asuhan Jurgen Klopp setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Yunani pada matchday keempat UEFA Nations League di Toumba Stadium, Thessaloniki. Hasil 0-0 ini menjadi pukulan telak bagi Die Mannschaft yang masih berjuang menemukan konsistensi permainan sejak ditangani pelatih asal Jerman tersebut.
Laga berjalan dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Yunani langsung memberikan ancaman ketika Georgios Masouras menyambut umpan silang Kostas Tsimikas dengan sundulan, namun kiper Jerman Jonas Urbig sigap menggagalkan peluang tersebut. Setelah itu, Jerman perlahan mengambil alih kendali permainan dan mendominasi jalannya pertandingan.
Dominasi Tanpa Gol
Die Mannschaft mencatat penguasaan bola mencapai 63 persen berbanding 37 persen milik Yunani. Dominasi itu juga terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan. Jerman melepaskan 21 tembakan sepanjang laga, sementara Yunani hanya mampu mencatatkan empat percobaan. Namun, dominasi tersebut tidak berbuah gol.
Penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta performa gemilang kiper Yunani Konstantinos Tzolakis menjadi penyebab utama. Tzolakis tercatat melakukan lima penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang-peluang Jerman. Florian Wirtz, Derry Scherhant, dan Tom Bischof beberapa kali mencoba membongkar pertahanan tuan rumah, tetapi selalu menemui jalan buntu.
Jerman sempat membuka peluang untuk memecah kebuntuan pada menit ke-32. Jonathan Burkardt mencetak gol, tetapi gol itu tidak disahkan setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR). Setelah gol dianulir, pertandingan berjalan dalam tempo yang keras. Pelanggaran membuat permainan kerap terhenti sehingga kedua tim kesulitan membangun serangan secara berkelanjutan.
Peluang Yunani dan Penyelamatan Krusial
Yunani bukan tanpa peluang. Konstantinos Mavropanos sempat mengancam lewat sundulan, namun Urbig kembali menunjukkan refleks apik untuk menggagalkannya. Peluang terbaik Yunani hadir melalui Masouras yang menyambut umpan Manolis Saliakas dengan sundulan, tetapi bola masih melewati mistar gawang.
Memasuki babak kedua, Jerman kembali tampil agresif. Lennart Karl mencoba memecah kebuntuan melalui tembakan melengkung, tetapi Tzolakis tampil gemilang untuk mengamankan gawang Yunani. Hingga laga berakhir, tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim. Skor 0-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Klopp Akui Permainan Tidak Konsisten
Klopp menilai kegagalan Jerman mencetak gol tidak terlepas dari permainan yang tidak konsisten. Dia melihat kualitas serangan timnya menurun cukup tajam ketika pertandingan memasuki 30 menit terakhir.
“Permainan kami sempat agak goyah saat memasuki menit ke-60, sehingga pergerakan kami kehilangan ketajaman. Namun, kami baru saja bertanding tiga hari yang lalu, sulit untuk mempertahankan tempo seperti itu selama 90 menit penuh saat menghadapi tim Yunani yang tangguh. Strategi counter-pressing kami berjalan sangat baik dalam 90 persen situasi. Masalahnya, pada 10 persen sisanya saat strategi itu tidak berjalan lancar, situasinya bisa menjadi cukup berbahaya,” ujar Klopp.
Dari empat pertandingan yang telah dijalani Klopp bersama Timnas Jerman, Die Mannschaft baru mampu mengamankan satu kemenangan. Pertandingan melawan Yunani menjadi ujian bagi skuad Jerman yang banyak diisi pemain minim pengalaman di level internasional.
Dampak pada Klasemen Grup A2
Hasil ini menjaga Yunani tetap berada di posisi kedua Grup A2 dengan koleksi delapan poin. Jumlah poin Yunani sama dengan Belanda yang berada di puncak klasemen. Belanda berada di posisi pertama hanya karena unggul selisih gol setelah mengalahkan Serbia 2-1 di Eindhoven. Sementara itu, tambahan satu poin membuat Jerman berada di peringkat ketiga dengan lima poin.
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Belanda | 8 |
| 2 | Yunani | 8 |
| 3 | Jerman | 5 |
Posisi tersebut menempatkan Die Mannschaft dalam situasi sulit untuk lolos ke Nations League Finals. Jerman bahkan berpeluang gagal mencapai putaran final untuk keempat kalinya dalam lima edisi terakhir. Karena itu, hasil imbang melawan Yunani belum cukup untuk mengangkat posisi mereka di klasemen.
Di sisi lain, Yunani tampil disiplin untuk mempertahankan pertahanan mereka. Hasil imbang tersebut membuat Yunani tetap berada dalam persaingan papan atas Grup A2. Situasi tersebut membuat persaingan grup semakin terbuka. Belanda dan Yunani sama-sama memiliki peluang untuk berada di posisi teratas, sedangkan Jerman masih harus memperbaiki hasil jika ingin kembali bersaing di papan atas.
Bagi Klopp, hasil di Thessaloniki menjadi pekerjaan rumah tambahan dalam proses membangun kembali kekuatan Jerman. Timnya mampu mengontrol permainan, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi persoalan yang harus segera dibenahi. Dengan jadwal padat yang terus berlanjut, konsistensi menjadi kunci jika Jerman ingin mengembalikan kejayaan di pentas sepak bola Eropa.
Sumber Berita: UEFA, ANTARA, RRI, Headline.co.id
Penulis: Redaksi Olahraga
Editor: Tim Editor Sport
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






