Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang mandiri dan berjiwa wirausaha. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, usai mengikuti rapat kerja gabungan komisi yang membahas tata kelola BLUD SMK bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak sekolah di Banjarmasin.
Politisi Golkar itu menilai keberadaan BLUD dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperkenalkan produk dan jasa yang mereka hasilkan kepada masyarakat luas. Dengan demikian, hasil karya maupun keahlian para siswa tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi secara nyata.
Yani Helmi mencontohkan sejumlah SMK di Kalimantan Selatan telah menunjukkan kualitas layanan yang mampu bersaing, salah satunya pada bidang perbengkelan. Bahkan, beberapa instansi pemerintah telah memanfaatkan jasa yang dikelola sekolah untuk perawatan kendaraan dinas.
“Kita ingin produk dan jasa yang dihasilkan SMK semakin dikenal masyarakat,” ujar Yani Helmi. Diharapkannya, ketika mereka menjual produk atau menawarkan keahlian yang dimiliki, masyarakat tidak ragu untuk menggunakan karena kualitasnya sudah terbukti.
Berikut sejumlah poin penting yang disoroti dalam pembahasan tata kelola BLUD SMK:
- Orientasi BLUD SMK tidak semata mengejar pendapatan, tetapi membentuk lulusan mandiri dan berjiwa wirausaha.
- BLUD menjadi wadah bagi siswa memperkenalkan produk dan jasa kepada masyarakat luas.
- Hasil karya siswa diharapkan memberi manfaat ekonomi nyata, bukan hanya berhenti di lingkungan sekolah.
- Beberapa SMK di Kalsel, khususnya bidang perbengkelan, telah dipercaya instansi pemerintah untuk perawatan kendaraan dinas.
- Kualitas produk dan jasa SMK perlu terus dibangun agar masyarakat tidak ragu menggunakannya.
Rapat kerja gabungan komisi tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak sekolah sebagai upaya menyamakan persepsi dalam penguatan tata kelola BLUD SMK. Diharapkan, kolaborasi ini dapat mempercepat terwujudnya SMK yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui produk dan jasa yang dihasilkan para siswa.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






