Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | PT Auri Steel Metalindo, perusahaan manufaktur baja ringan yang berbasis di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, resmi merealisasikan pengiriman perdana produknya ke pasar internasional. Ekspor perdana tersebut ditujukan ke Melbourne, Australia, dan menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperluas jangkauan distribusi ke tingkat global.
Pengiriman perdana ini diberangkatkan pada Jumat, 02 Oktober, dengan total 30.000 batang baja ringan. Nilai ekspor tersebut tercatat sebesar USD18.695,40. Langkah ini menandai aktifnya kegiatan manufaktur di Kabupaten Kendal yang terhubung langsung dengan jejaring perdagangan global.
Profil Perusahaan dan Kontribusi Investasi
PT Auri Steel Metalindo merupakan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang beroperasi sebagai pembuat baja ringan dan baja lapis bermerek untuk sektor konstruksi. Sejak berdiri pada 2016, perusahaan ini mencatatkan nilai investasi sebesar USD17,5 juta dan telah menyerap 377 tenaga kerja.
Berikut ringkasan data perusahaan:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Auri Steel Metalindo |
| Lokasi | Kawasan Industri Kendal (KIK), Kabupaten Kendal |
| Tahun Berdiri | 2016 |
| Nilai Investasi | USD17,5 juta |
| Jumlah Tenaga Kerja | 377 orang |
| Produk | Baja ringan dan baja lapis bermerek untuk konstruksi |
Dampak bagi Perekonomian Daerah
Penetrasi pasar menuju Melbourne ini menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas jangkauan distribusi produk ke tingkat internasional. Keberhasilan ekspor perdana ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kendal, khususnya di sektor industri manufaktur.
Selain itu, pengiriman ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dari daerah dapat bersaing di pasar global. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ekspor non-migas dan memperkuat neraca perdagangan nasional.
Dengan adanya ekspor perdana ini, PT Auri Steel Metalindo berpotensi menjadi contoh bagi perusahaan lain di Kawasan Industri Kendal untuk turut serta dalam pasar internasional. Langkah ini juga membuka peluang kerja sama dagang yang lebih luas antara Indonesia dan Australia, khususnya di bidang konstruksi dan material bangunan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






