Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | Badan Gizi Nasional resmi menghapus insentif mitra sebesar Rp6 juta per hari dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Senin, 5 Oktober 2026, sebagai langkah efisiensi dan penataan keadilan anggaran negara.
Penghapusan insentif tersebut mengubah skema pembayaran bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang selama ini menyalurkan bantuan gizi. Kini, insentif pelaksanaan program dikembalikan menjadi Rp2.000 untuk setiap porsi makanan yang diproduksi dan disalurkan.
Alasan di Balik Kebijakan
Langkah pemangkasan ini diambil untuk memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelola secara proporsional. Pemerintah menilai skema insentif harian yang mencapai Rp6 juta tidak lagi sejalan dengan prinsip efisiensi dan pemerataan manfaat program.
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menegaskan bahwa tujuan utama pemangkasan insentif adalah menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara tepat sasaran. Penegasan itu disampaikannya saat ditemui wartawan di Jakarta.
Dampak bagi Mitra Satuan Pelayanan
Perubahan aturan ini menyasar mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tersebar di berbagai daerah. Berikut perbandingan skema insentif sebelum dan sesudah kebijakan:
| Komponen | Sebelum Kebijakan | Setelah Kebijakan |
|---|---|---|
| Insentif mitra harian | Rp6.000.000 per hari | Dihapus |
| Insentif per porsi | Tidak berlaku | Rp2.000 per porsi |
| Dasar kebijakan | Skema lama | Efisiensi dan keadilan APBN |
Dengan skema baru, mitra diarahkan untuk fokus pada volume produksi dan kualitas porsi makanan. Semakin banyak porsi yang memenuhi standar gizi, semakin besar pula insentif yang diterima.
Respons dan Tantangan ke Depan
Kebijakan ini menuai perhatian dari para pelaksana program di lapangan. Sejumlah mitra berharap adanya sosialisasi teknis yang jelas agar transisi dari insentif harian ke insentif per porsi tidak mengganggu operasional dapur dan distribusi makanan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program Makan Bergizi Gratis agar tetap berjalan optimal. Evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan kebijakan baru ini benar-benar mendukung tercapainya target gizi nasional tanpa membebani keuangan negara.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






