Shaffelburg Brace Bawa Kanada Tundukkan Peru 2-0 di Montreal

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Shaffelburg Brace Bawa Kanada Tundukkan Peru 2-0 di Montreal

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | MONTREAL — Tim nasional sepak bola pria Kanada melanjutkan tren positif mereka dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Peru dalam laga persahabatan yang digelar di Stade Saputo, Montreal, Sabtu waktu setempat. Dua gol di babak pertama dari winger Jacob Shaffelburg menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung di hadapan 19.619 penonton dengan cuaca yang sempurna.

Dua Gol Cepat Shaffelburg

Kanada membuka keunggulan pada menit ke-19 melalui gol pertama Shaffelburg. Winger LAFC itu menyambut umpan silang terukur dari Liam Millar yang diteruskan oleh Daniel Jebbison sebelum akhirnya menuntaskan peluang dari jarak dekat. Millar, winger 27 tahun asal Brampton, Ontario, kembali menjadi kreator 16 menit kemudian. Umpan silangnya dari sisi kanan menemui Shaffelburg yang menyundul bola ke gawang di tiang belakang.

“Rasanya sangat luar biasa. Saya belum mencetak gol sama sekali tahun ini, jadi dua gol ini luar biasa untuk kepercayaan diri saya,” ujar Shaffelburg kepada wartawan usai pertandingan. Ia bahkan mengaku sempat menutup mata saat menyundul bola untuk gol keduanya, yang ia sebut sebagai gol sundulan profesional pertamanya.

Dominasi Kanada atas Peru

Kanada mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 61 persen dan melepaskan 17 tembakan berbanding hanya empat milik Peru. Tim tamu bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga, dengan hanya tiga percobaan yang semuanya melenceng.

  • Penguasaan bola: Kanada 61% – Peru 39%
  • Tembakan: Kanada 17 – Peru 4
  • Tembakan tepat sasaran: Kanada 3 – Peru 0
  • Penonton: 19.619 orang di Stade Saputo

Pelatih kepala Kanada, Jesse Marsch, mengaku puas dengan performa timnya meski menilai anak asuhnya masih menyia-nyiakan sejumlah peluang emas. “Kami mampu mengendalikan pertandingan, bermain sesuai kekuatan kami, dan saya senang dengan penampilan 22 pemain yang turun ke lapangan,” kata Marsch.

Meski demikian, Marsch menegaskan timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Daniel Jebbison gagal memanfaatkan umpan matang Jonathan David di akhir babak pertama, sementara tendangan bebas Mathieu Choiniere membentur tiang gawang di babak kedua.

Debut dan Rotasi Pemain

Laga ini juga menjadi momen debut bagi sejumlah pemain muda Kanada. Kiper berusia 22 tahun, Owen Goodman, menjalani debutnya di tim nasional senior dan mencatatkan clean sheet tanpa perlu melakukan penyelamatan berarti. Richard Chukwu juga mencatatkan penampilan internasional pertamanya di posisi bek kiri.

Marsch melakukan rotasi besar dengan memasukkan sembilan pemain pada menit ke-62, menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kedalaman skuadnya. Sebelum pertandingan, Canada Soccer memberikan penghormatan khusus kepada Samuel Piette, gelandang veteran CF Montreal, yang mencatatkan penampilan ke-70 untuk tim nasional setelah terakhir kali bermain pada Juni 2024.

Kanada harus kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera dan alasan pribadi. Bek tengah Derek Cornelius mengalami dislokasi pinggul saat latihan, sementara Moise Bombito dan Alistair Johnston juga absen. Kapten Alphonso Davies sedang menikmati bulan madu, dan kiper veteran Maxime Crepeau absen menyusul wafatnya sang ayah.

Jalan ke Depan

Kemenangan ini memperbaiki rekor historis Kanada melawan Peru menjadi 3-1-0. Peru, yang sebelumnya menahan imbang Meksiko 1-1 pada pertengahan pekan, akan menutup jendela internasional FIFA dengan menghadapi Kolombia di Miami pada 6 Oktober.

Sementara itu, Kanada akan menghadapi Amerika Serikat di Saint Paul, Minnesota, pada hari yang sama. Laga tersebut diprediksi menjadi ujian sesungguhnya bagi pasukan Marsch, terutama menghadapi skuad AS yang lebih muda namun bertalenta di bawah asuhan Mauricio Pochettino.

“Kami akan terus bekerja, terus mencoba menyesuaikan diri, dan memanfaatkan momen. Ketika kami bermain melawan AS di sana, kami tahu akan menghadapi lawan berkualitas yang atletis dengan pelatih bagus,” pungkas Marsch.

Dengan dua kemenangan beruntun atas Chile dan Peru, Kanada membuktikan ketajaman lini serangnya mulai menemukan ritme menjelang pertandingan penting melawan rival sekawasan mereka.