Krisjiana Baharudin Bantah Anggapan Vasektomi Jadi Celah Berselingkuh

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Krisjiana Baharudin Bantah Anggapan Vasektomi Jadi Celah Berselingkuh

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | Aktor Krisjiana Baharudin kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan tanggapan tegas terkait keputusannya menjalani prosedur vasektomi. Keputusan tersebut awalnya diambil sebagai bentuk dukungan kepada sang istri, penyanyi Siti Badriah, agar tidak perlu lagi menggunakan alat kontrasepsi. Namun, langkah medis itu justru memicu beragam komentar negatif dari warganet, termasuk tuduhan yang mengaitkan vasektomi dengan celah untuk berselingkuh.

Dalam penampilannya sebagai bintang tamu di acara No Secret di Trans TV, Krisjiana menyampaikan klarifikasi secara langsung. Ia menilai anggapan yang menghubungkan kesetiaan dalam rumah tangga dengan prosedur sterilisasi pria merupakan pemikiran yang tidak rasional. Menurutnya, vasektomi murni dilakukan untuk alasan kesehatan dan kenyamanan bersama, bukan untuk membuka peluang perselingkuhan seperti yang dituduhkan sebagian netizen.

Tanggapan atas Prasangka Netizen

Krisjiana menjelaskan bahwa keputusan vasektomi diambil setelah melalui pertimbangan matang bersama Siti Badriah. Ia menegaskan bahwa prosedur ini tidak mengubah komitmennya sebagai suami dan justru memperkuat niatnya untuk menjaga keluarga. Prasangka negatif yang muncul di media sosial dinilainya sebagai bentuk kekhawatiran yang tidak berdasar.

Beberapa warganet mengkhawatirkan penyalahgunaan prosedur medis tersebut, misalnya dengan anggapan bahwa vasektomi dapat dijadikan alasan untuk berperilaku tidak setia. Krisjiana merespons dengan tenang dan menekankan bahwa kesetiaan tidak ditentukan oleh kemampuan reproduksi seseorang, melainkan oleh integritas dan tanggung jawab pribadi.

Mengenal Prosedur Vasektomi

Vasektomi adalah prosedur medis untuk sterilisasi pria yang dilakukan dengan memotong atau mengikat saluran vas deferens. Tujuan utamanya adalah mencegah sperma keluar saat ejakulasi sehingga pasangan tidak perlu menggunakan kontrasepsi tambahan. Berikut beberapa poin penting terkait prosedur ini:

  • Bersifat permanen dan umumnya tidak memengaruhi gairah atau kemampuan seksual pria.
  • Merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif bagi pasangan yang sudah cukup memiliki anak.
  • Prosedur ini tidak melindungi dari penyakit menular seksual sehingga tetap memerlukan kesadaran menjaga kesehatan.

Krisjiana berharap masyarakat dapat lebih memahami alasan di balik keputusannya dan tidak menarik kesimpulan yang menyesatkan. Ia juga mengajak publik untuk menghormati keputusan pribadi setiap pasangan dalam mengatur kehidupan keluarga mereka.