Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Jakarta – Partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya mempertemukan dua raksasa sepak bola Asia Tenggara, Timnas Indonesia dan Thailand. Laga final ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Senin (5/10/2026) malam WIB, dengan kick-off pukul 20.00 WIB.
Timnas Indonesia melaju ke final dengan status juara Grup A. Skuad Garuda mengumpulkan 7 poin dari tiga pertandingan. Perjalanan dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Pada laga kedua, Indonesia yang bermain dengan 10 pemain harus puas berbagi poin dengan Malaysia setelah bermain imbang 0-0. Kemudian, pada pertandingan terakhir fase grup, Indonesia tampil meyakinkan dengan menghancurkan Bangladesh 9-2.
Kemenangan besar itu membawa Indonesia finis di posisi teratas Grup A. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi 7 poin serta memiliki selisih gol +9. Namun, Indonesia unggul dalam jumlah gol yang dicetak, yakni 11 gol, sedangkan Malaysia hanya mencetak 9 gol.
Sementara itu, Thailand mengunci posisi pertama Grup B meski menelan kekalahan 1-2 dari Filipina pada pertandingan terakhir. Sebelumnya, Thailand tampil impresif dengan mengalahkan Pakistan 4-0 dan Vietnam 2-0. Koleksi 6 poin sudah cukup bagi Thailand untuk mempertahankan posisi teratas Grup B sekaligus melaju ke final.
Rekor Pertemuan Indonesia vs Thailand
Duel final nanti akan menjadi pertemuan ke-79 antara Indonesia dan Thailand. Secara total, kedua tim sudah berjumpa sebanyak 78 kali. Indonesia hanya memenangkan 25 di antaranya, sementara Thailand mencatat 37 kemenangan, dan sisanya berakhir imbang.
Duel perdana kedua tim terjadi pada ajang Merdeka Tournament tanggal 31 Agustus 1957, di mana Indonesia menang telak 4-0 atas Thailand. Berikut rincian rekor pertemuan kedua tim:
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Total Pertemuan | 78 |
| Kemenangan Indonesia | 25 |
| Kemenangan Thailand | 37 |
| Imbang | 16 |
Bayang-Bayang Final Piala AFF 2002
Pertemuan ini membawa kembali kenangan pahit bagi Timnas Indonesia. Kedua negara pernah berhadapan di final turnamen Asia Tenggara yang berlangsung di GBK pada Piala AFF 2002. Ketika itu, Indonesia melaju ke final setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di semifinal, sedangkan Thailand menyingkirkan Vietnam 4-0.
Final di GBK berlangsung sengit. Thailand secara mengejutkan mampu unggul dua gol pada babak pertama. Chukiat Noosarung membuka keunggulan Thailand pada menit ke-26. Dua belas menit berselang, Therdsak Chaiman menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Indonesia tidak menyerah. Memasuki babak kedua, skuad Merah Putih langsung memberikan respons. Yaris Riyadi memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 hanya satu menit setelah babak kedua dimulai. GBK kemudian kembali bergemuruh pada menit ke-79 ketika Gendut Doni Christiawan mencetak gol yang membuat kedudukan menjadi 2-2. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Namun, kedua tim tetap gagal mencetak gol pada extra time.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Nasib buruk menimpa Indonesia. Skuad asuhan Ivan Kolev kalah 2-4 dalam drama adu penalti dan harus merelakan gelar juara kepada Thailand.
Tiga Kunci Kemenangan Indonesia
Pengamat sepak bola Bung Binder menilai Timnas Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kualitas individu. Menurutnya, pelatih John Herdman harus memastikan sejumlah aspek penting berjalan sempurna jika ingin membawa skuad Garuda mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
Bung Binder menilai pertandingan final bisa berjalan berbeda dibandingkan laga-laga Indonesia sebelumnya. Terlebih, Thailand mempunyai karakter permainan yang mampu mengontrol tempo dan menunggu lawan membuka ruang.
- Pressing di tengah harus kuat. Indonesia tidak harus terus-menerus menerapkan pressing tinggi, namun area tengah lapangan harus menjadi titik penting untuk memutus aliran bola Thailand.
- Mentalitas bertanding. Yang akan menentukan di atas lapangan bukan saja rencana permainan atau hal teknis, tapi yang lebih penting lagi adalah mentalitas pemain.
- Disiplin taktik. Thailand dinilai memiliki kemampuan mengatur ritme pertandingan, sehingga Indonesia harus sabar dan tidak mudah terbawa tempo lawan.
Thailand bukan lawan sembarangan. Tim berjuluk Gajah Perang itu merupakan salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara dan punya pengalaman panjang dalam pertandingan-pertandingan besar.
Kini, setelah lebih dari dua dekade, Indonesia dan Thailand kembali bertemu dalam final yang berlangsung di GBK. Kali ini, skuad Garuda memiliki kesempatan untuk mengukir cerita berbeda sekaligus memburu trofi FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.
Pertandingan final Indonesia vs Thailand ini diprediksi berjalan ketat. Kedua tim memiliki motivasi tinggi untuk menjadi juara edisi perdana FIFA ASEAN Cup. Dukungan penuh dari suporter di SUGBK diharapkan menjadi energi tambahan bagi Timnas Indonesia untuk mengakhiri dahaga gelar dan membalas memori pahit 2002.
Sumber Berita: JawaPos.com, iNews.id, VIVA.co.id
Penulis: Andika Rachmansyah | Editor: Abdul Aziz Masindo
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






