Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali melakukan penyegaran di tubuh institusi Polri melalui rotasi sejumlah perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Salah satu sorotan utama dalam mutasi kali ini adalah pergantian pimpinan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri, yang berimplikasi langsung pada penempatan baru Irjen Pol Totok Suharyanto.
Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, Kapolri menunjuk Irjen Pol Arie Ardian Rishadi sebagai Kepala Kortas Tipikor Polri menggantikan Irjen Pol Totok Suharyanto. Totok sendiri mendapat amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat, menggantikan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta yang dimutasi sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Rangkaian serah terima jabatan, pelantikan, serta Korps Raport kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam. Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi.
Jejak Penanganan Kasus Besar di Kortas Tipikor
Nama Irjen Totok Suharyanto mencuat ketika ia memimpin Kortas Tipikor Polri sejak 27 Februari 2026. Di bawah komandonya, Kortas Tipikor menangani sejumlah perkara besar, termasuk dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Penanganan kasus tersebut menjadi salah satu sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi di institusi penegak hukum. Kepemimpinan Totok di Kortas Tipikor dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan aparat penegak hukum. Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kortas Tipikor diserahkan kepada Irjen Arie Ardian Rishadi, perwira tinggi Bareskrim Polri yang sebelumnya ditugaskan di Kementerian Hukum.
Profil Singkat Irjen Totok Suharyanto
Irjen Pol Totok Suharyanto, S.I.K., M.Hum., merupakan perwira tinggi kelahiran 29 Oktober 1972 dan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Sepanjang kariernya, ia banyak ditempa di bidang reserse dan penegakan hukum, mulai dari tingkat kewilayahan hingga posisi strategis di Bareskrim Polri.
- Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat
- Danton Tar Akpol dan Dankie Tar Akpol
- Kasat Reskrim Polres Malang Kota dan Kasat Reskrim Polwil Malang
- Wakapolres Malang Kota, Kapolres Trenggalek, dan Kapolres Malang Kota
- Wadirreskrimsus Polda DIY dan Dirreskrimsus Polda Gorontalo
- Kasubdit IV Ditipidkor Bareskrim Polri dan Kasubdit II Ditipidkor Bareskrim Polri
- Analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor Bareskrim Polri
- Dirreskrimum Polda Jawa Timur (2020)
- Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri (2024)
- Dirtindak Kortastipidkor Polri (2025) dan Kakortastipidkor Polri (2026)
Pendidikan yang ditempuh Totok antara lain KIBI pada 2001, PTIK pada 2003, Basic Computer Investigation Training Bangkok pada 2006, Environmental Law Enforcement Training Indonesia-Australia pada 2006, Sespim Polri pada 2008, serta Susjab Kapolres pada 2010. Rekam jejak tersebut menunjukkan perjalanan panjangnya di bidang penyidikan dan penegakan hukum, yang kini dibawa ke Sulawesi Barat.
Rotasi Strategis di Kewilayahan
Selain pergantian di Kortas Tipikor dan Polda Sulbar, mutasi yang dilakukan Kapolri juga mencakup sejumlah jabatan strategis di kewilayahan. Di Polda Metro Jaya, posisi Kapolda yang sebelumnya diemban Komjen Pol Asep Edi Suheri kini diisi Irjen Pol Dadang Hartanto, yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku.
Posisi Wakapolda Metro Jaya juga berganti dari Irjen Pol Dekananto Eko Purwono kepada Brigjen Pol Adex Yudiswan. Irjen Dekananto selanjutnya akan menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Tiga jabatan direktur di Polda Metro Jaya turut dirotasi, salah satunya posisi Direktur Reserse Siber yang kini dijabat Kombes Fian Yunus, sebelumnya menjabat posisi yang sama di Polda Jawa Barat.
Secara keseluruhan, rotasi ini mencakup 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah. Polri menegaskan bahwa setiap penempatan dilakukan berdasarkan kebutuhan tugas dan pembinaan karier personel, sekaligus sebagai penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Sumber Berita: iNews.id, Okezone.com, iNewsMamuju.id
Penulis: Redaksi Hukum dan Kriminal
Editor: Redaksi Hukum dan Kriminal
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






