Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Fenomena menarik terjadi di dunia sepak bola Italia dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pemain yang sebelumnya kesulitan menunjukkan performa terbaik di Premier League justru mampu menemukan kembali sinarnya setelah berkarier di Serie A. Berbagai alasan melatarbelakangi kepindahan mereka, mulai dari mengejar trofi, mendapatkan menit bermain lebih banyak, mencari tantangan baru, hingga menikmati suasana dan cuaca yang berbeda di Italia.
Berikut adalah empat pemain yang tidak bersinar di Premier League namun justru gemilang saat bermain di Serie A.
Billy Gilmour
Gilmour mengawali karier di akademi Rangers sebelum sempat bergabung dengan Chelsea, Norwich City, dan Brighton. Setelah melalui perjalanan yang kurang mulus di Inggris, ia akhirnya melanjutkan kariernya di Italia bersama Napoli pada 2024. Kepindahan ini menjadi titik balik yang membuka babak baru dalam karier gelandang muda tersebut.
Micah Richards
Mantan bek Manchester City ini menjalani masa peminjaman ke Fiorentina pada 2014. Meski kariernya di Inggris sempat meredup, Richards justru sangat menikmati kehidupan di Kota Florence. Ia mengaku terkesan dengan budaya, makanan, hingga cuaca yang berbeda, menjadikan pengalaman di Italia sebagai salah satu momen berharga dalam kariernya.
Kevin De Bruyne
Setelah meninggalkan Manchester City dan berlabuh di Napoli, De Bruyne menikmati suasana baru sekaligus melanjutkan perjalanan kariernya di Serie A. Meskipun namanya sudah besar di Premier League, kepindahannya ke Italia memberinya warna berbeda dengan penampilan yang dinilai lebih matang dan pengalaman baru yang menyegarkan.
Rasmus Hojlund
Hojlund menjadi andalan lini depan Napoli saat dipinjam dari Manchester United. Ia berhasil mencetak 16 gol dari 44 penampilan pada musim 2025/2026 dan turut membantu tim mengamankan tiket Liga Champions. Performa ini menunjukkan bagaimana perubahan lingkungan dapat memicu kebangkitan seorang penyerang.
Pelajaran dari Perpindahan Pemain
Kisah keempat pemain tersebut menunjukkan bahwa performa seorang pesepak bola tidak selalu ditentukan oleh kualitas liga semata. Faktor seperti kepercayaan pelatih, menit bermain yang cukup, gaya permainan yang cocok, serta kenyamanan hidup di negara baru turut berperan besar. Serie A dengan karakteristik permainannya yang taktis dan atmosfer yang khas sering menjadi tempat ideal bagi pemain untuk menemukan kembali performa terbaik mereka.
Bagi para pemain yang tengah mencari kebangkitan karier, pengalaman Gilmour, Richards, De Bruyne, dan Hojlund bisa menjadi gambaran bahwa berpindah liga bukan sekadar soal prestise, melainkan juga peluang untuk berkembang dan bersinar kembali.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






