Gayatri Putri News – 04 Oktober 2026 | Pola bepergian masyarakat yang kian beragam mendorong perubahan mendasar dalam sektor transportasi digital. PT Blue Bird Tbk merespons dinamika ini dengan mengembangkan aplikasi MyBluebird untuk menghadirkan pilihan layanan mobilitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Pergeseran perilaku masyarakat tecermin dari data Studi ASEAN Consumer Sentiment Study 2024 yang disusun UOB dan BCG. Studi tersebut mencatat sebanyak 84 persen konsumen Indonesia menyukai penawaran yang dipersonalisasi, dengan 65 persen di antaranya memilih menerima penawaran lewat aplikasi seluler.
Kebutuhan perjalanan harian kini ditentukan oleh faktor waktu, tujuan, kenyamanan, serta kebiasaan masing-masing individu. Mobilitas tidak lagi sebatas mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain, melainkan mencakup berbagai aktivitas seperti pergi ke kantor, menuju bandara, hingga pengiriman barang.
Pengalaman mobilitas yang seragam dianggap kian kurang relevan. Aplikasi transportasi yang semula hanya berfungsi sebagai media pemesanan taksi kini bertransformasi menjadi asisten mobilitas terpadu.
Berikut sejumlah temuan utama yang menggambarkan pergeseran preferensi konsumen terhadap layanan mobilitas personal:
- Sebanyak 84 persen konsumen Indonesia menyukai penawaran yang dipersonalisasi.
- Sebanyak 65 persen konsumen memilih menerima penawaran melalui aplikasi seluler.
- Kebutuhan perjalanan harian dipengaruhi faktor waktu, tujuan, kenyamanan, dan kebiasaan individu.
- Mobilitas mencakup aktivitas ke kantor, menuju bandara, hingga pengiriman barang.
Transformasi ini menuntut penyedia layanan transportasi untuk menghadirkan pengalaman yang fleksibel dan sesuai kebutuhan tiap pengguna. Aplikasi MyBluebird dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut dengan menghadirkan layanan mobilitas personal yang dapat disesuaikan.
Penulis: Redaksi Suara Landak
Editor: Redaksi Suara Landak
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






